Friday, June 12, 2026
home_banner_first
SUMUT

Tapteng Raih Peringkat 1 Realisasi Investasi di Sumut 2025, Capai Rp289,9 Miliar

Mistar.idJumat, 12 Juni 2026 15.07
journalist-avatar-top
FM
tapteng_raih_peringkat_1_realisasi_investasi_di_sumut_2025_capai_rp2899_miliar

Gubernur Sumut Bobby Nasution menyerahkan penghargaan kepada Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi dalam ajang Pekan Inovasi dan Investasi 2026 di Open Stage Parapat. (Foto: Diskominfo Tapteng/Mustar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menorehkan prestasi dengan meraih peringkat pertama realisasi investasi tertinggi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp289.899.990.000.

Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Sumut, Bobby Nasution. Penghargaan itu diterima Wakil Bupati Tapteng, Mahmud Efendi, dalam ajang Pekan Inovasi dan Investasi 2026 di Open Stage Parapat, Kamis (11/6/2026).

Prestasi ini merupakan buah dari konsistensi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, aman, dan ramah bagi para investor.

Menanggapi penghargaan tersebut, Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi mengatakan capaian itu merupakan bukti komitmen Pemkab Tapteng yang selalu terbuka bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di daerah tersebut.

"Pemkab akan selalu mendukung setiap kegiatan ekonomi yang ada. Namun, kami mengimbau para pengusaha agar menjalankan usahanya dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial budaya, serta tidak bertentangan dengan hukum," ujar Mahmud Efendi dalam keterangan pers, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, sektor perkebunan, energi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi penyumbang utama investasi di Kabupaten Tapteng.

"Besarnya investasi yang masuk ke Tapteng dapat membuka lapangan kerja dan mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Bobby Nasution menyampaikan pentingnya sinergi antara investasi dan pengembangan UMKM di Sumut.

Ia menekankan bahwa pelaku usaha yang ingin berinvestasi di Sumut perlu melibatkan UMKM yang telah memiliki studi kelayakan yang terstruktur.

"UMKM tidak hanya dibina secara umum, tetapi harus dianalisis kelayakannya agar bisa naik kelas dan memiliki daya saing," ujarnya.

Bobby juga memaparkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumut terus meningkatkan daya saing UMKM melalui percepatan digitalisasi, perluasan akses pembiayaan, kemudahan perizinan, hingga fasilitasi sertifikasi halal.

"Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas produk lokal agar mampu bermitra dengan pelaku usaha besar serta menembus pasar yang lebih luas," katanya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN