Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

Tapteng Perpanjang Tanggap Darurat Bencana Tujuh Hari hingga 30 Desember 2025

Mistar.idRabu, 24 Desember 2025 pukul 09.26 WIB
tapteng_perpanjang_tanggap_darurat_bencana_tujuh_hari_hingga_30_desember_2025

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu mengumumkan perpanjangan masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Tapteng hingga tujuh hari ke depan. (f:Diskominfo Tapteng/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali diperpanjang untuk ketiga kalinya. Kali ini, masa tanggap darurat diperpanjang selama tujuh hari, yakni mulai 24 hingga 30 Desember 2025.

Saat mengumumkan perpanjangan tersebut, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyebut keputusan itu diambil karena masih terdapat desa yang terisolir serta 35 warga yang hingga kini masih dalam proses pencarian.

“Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan perkembangan penanggulangan dampak bencana yang masih perlu diperpanjang,” ujar Masinton usai rapat bersama Tim Percepatan Penanggulangan Bencana di Ruang Cendrawasih Kantor Bupati, Selasa (23/12/2025) malam.

Untuk diketahui, Pemkab Tapteng sebelumnya telah dua kali memperpanjang masa tanggap darurat bencana. Pascabencana yang terjadi pada 25 November 2025, status tanggap darurat ditetapkan hingga 9 Desember 2025, kemudian diperpanjang kembali selama 14 hari, yakni 10–23 Desember 2025.

“Perpanjangan masa tanggap darurat bencana masih diperlukan karena hingga saat ini masih ada enam desa yang terisolir,” katanya.

Masinton menjelaskan, enam desa tersebut yakni Desa Tapian Nauli, Desa Saur Manggita, dan Desa Sait Kalangan 2 di Kecamatan Tukka, Desa Sibiobio di Kecamatan Sibabangun, Desa Sialogo di Kecamatan Lumut, serta Desa Naga Timbul dan Kelurahan Nauli di Kecamatan Sitahuis.

Selain itu, masa tanggap darurat bencana diperpanjang karena pencarian terhadap 35 warga korban banjir bandang dan tanah longsor hingga hari ini masih berlangsung.

“Dalam masa tanggap darurat tujuh hari ini, kami akan fokus melakukan akselerasi percepatan pembukaan akses. Karena itu, kami membutuhkan tambahan waktu tujuh hari untuk mempercepat upaya tersebut,” ucapnya.

Bupati Masinton menargetkan minimal enam desa yang masih terisolir dapat diakses kendaraan roda dua. Sementara akses kendaraan roda empat masih memerlukan waktu karena kondisi dan medan yang cukup sulit pascabencana.

Untuk membuka akses tersebut, lanjut Masinton, pihaknya akan memobilisasi alat berat ke desa-desa terisolir serta mengoptimalkan tenaga manual.

“Di sini kita akan berkolaborasi dengan TNI, Polri, BNPB, Basarnas, dan masyarakat. Pak Dandim, Kapolres, dan Basarnas sudah sepakat berkolaborasi untuk menembus akses ke desa yang masih terisolir,” katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para operator alat berat yang beragama Kristen karena harus tetap bekerja selama perayaan Natal dalam tujuh hari ke depan.

“Kami pastikan akan memberikan insentif sebagai apresiasi atas kerelaan mereka tidak merayakan Natal bersama keluarga. Mereka bekerja siang dan malam, dan prinsipnya semakin cepat semakin baik,” ujar Masinton.

Bupati menambahkan, selain membuka akses dan melakukan pencarian korban, Pemkab Tapteng juga akan fokus menangani pengungsi dengan merencanakan pembangunan hunian sementara serta memenuhi kebutuhan seluruh warga terdampak bencana.

Selain itu, Pemkab Tapteng telah mengeluarkan surat edaran yang melarang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), kepala desa, serta perangkat desa bepergian ke luar daerah selama Tapteng masih berstatus tanggap darurat bencana. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan penyelesaian persoalan pascabencana.

“Nanti kalau sudah normal baru kita bisa jalan-jalan. Sekarang situasinya masih tanggap darurat dan penuh keprihatinan. Tenaga ASN dibutuhkan untuk membantu mempercepat penanggulangan bencana ini,” tutupnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN