Tanah Galian Drainase Menumpuk di Tengah Jalan, Warga Asahan Keluhkan Kemacetan

Tanah bekas galian drainase di Jalan Bhakti Kisaran menumpuk di badan jalan, Minggu (18/10/2026). (Foto: Perdana/Mistar)
Asahan, MISTAR.ID – Warga pengguna jalan Bhakti Kisaran, Kelurahan Teladan, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, mengeluh dengan pengerjaan pembangunan drainase. Sebab, bekas tanah galian parit ditumpuk di tengah jalan hingga memakan badan jalan.
Salah seorang warga, Riswanto, menyebutkan tanah galian parit yang dibiarkan begitu saja di badan jalan membuat pengendara kesulitan lewat dan akhirnya membuat kemacetan.
“Sebaiknya tanah bekas galian parit ini langsung diangkut, jangan ditumpuk di badan jalan. Sudah dibiarkan berhari-hari dan membuat macet,” ujarnya.
Masyarakat sama sekali tidak menolak pembangunan drainase. Namun, proyek seharusnya memperhatikan kelancaran dan kenyamanan warga yang menggunakan jalan.
“Semoga menjadi perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum. Kalau dibenahi dan pelaksanaan pekerjaan proyek ini rapi, artinya tidak ada masalah,” ujarnya.
Diketahui, pembangunan saluran drainase Jalan Bhakti lingkungan III, Kelurahan Teladan, Kecamatan Kisaran Timur, menghabiskan anggaran Rp 889 juta lebih. CV Sada Bornas merupakan perusahaan pelaksana dengan masa kontrak pengerjaan selama 4 bulan.[]
PREVIOUS ARTICLE
Hak Relawan SPPG Sibolga Hilir Sempat Tersendat, Yayasan Turun Tangan Bayar dari Dana Internal












































