Solusi Agar Masyarakat Desa Dalihan Natolu Tapsel Tak Terisolasi Lagi

Bupati Gus Irawan diampingi Wakil Bupati Tapsel Ja'far Syahbuddin Ritonga, memberikan keterangan. (Foto: Amran/Mistar)
Tapsel, MISTAR.ID
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, menyebutkan ada dua solusi agar warga di tiga dusun Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, tidak terisolasi lagi.
Pertama relokasi permukiman dan membuka jalan menuju tiga dusun, yakni Dusun Tano Ponggol, Aek Nabara, dan Nangguluon. Ketiga dusun selama ini berada di tengah kawasan hutan dengan akses yang sangat terbatas.
Kedua opsi itu disampaikan Gus Irawan setelah meninjau langsung kondisi wilayah dan menyerap aspirasi masyarakat dalam kunjungannya ke Dusun Aek Nabara dan Tano Ponggol, Selasa (13/5/2026).
“Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, setidaknya ada dua solusi agar warga Desa Dalihan Natolu bisa mendapatkan akses yang lebih baik,” ujar Gus Irawan.
Dari kedua solusi yang ditawarkan, masing-masing memiliki tantangan tersendiri. Gus Irawan menyadari relokasi bukan hal mudah karena warga telah tinggal turun-temurun di kampung tersebut.
“Tetapi solusi ini butuh pendekatan yang lebih intens. Secara emosional mereka tentu sangat berat, karena sudah ratusan tahun menempati kampung halamannya,” katanya.
Solusi kedua adalah melakukan pendekatan kepada Kementerian Kehutanan agar pemerintah daerah memperoleh izin membuka jalan menuju tiga dusun tersebut.
“Selain berada di kawasan hutan, jarak antar dusun juga sangat berjauhan,” ucapnya.
Untuk memastikan kondisi warga secara langsung, Gus Irawan bersama Sekretaris Daerah Sopyan Adil dan sejumlah pejabat menempuh perjalanan berat menggunakan sepeda motor dari Pasar Sipirok. Rombongan berangkat pukul 12.00 WIB dan tiba di Dusun Aek Nabara sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah melanjutkan perjalanan ke Tano Ponggol, rombongan baru kembali ke Kantor Bupati sekitar pukul 05.00 WIB keesokan harinya.
“Saya ingin memastikan kondisi warga, suasana, dan infrastruktur di sana. Medannya luar biasa dan sangat susah,” ujar Gus Irawan.
Selain persoalan akses, Bupati juga menyoroti pelayanan kesehatan di Dalihan Natolu. Menurutnya, penempatan tenaga kesehatan desa masih menghadapi kendala karena medan yang sulit dan jarak antar dusun yang cukup jauh.
Ia berharap ke depan muncul tenaga kesehatan dari putra-putri Desa Dalihan Natolu yang bersedia mengabdi di kampung halamannya sendiri.
Saat ini, Dusun Tano Ponggol dihuni 40 kepala keluarga, Aek Nabara 19 kepala keluarga, dan Nangguluon 8 kepala keluarga. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Pulau Hinako Disiapkan Jadi Sentra Garam Rakyat di Nias BaratBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















