Thursday, June 18, 2026
home_banner_first
SUMUT

Polsek Dolok Masihul Tanggapi Demo Emak-Emak Soal Dugaan Penyulingan BBM di SPBU, Ini Penjelasannya

Mistar.idKamis, 18 Juni 2026 15.06
journalist-avatar-top
SD
polsek_dolok_masihul_tanggapi_demo_emakemak_soal_dugaan_penyulingan_bbm_di_spbu_ini_penjelasannya

Emak-emak saat demo di SPBU Dolok Masihul (foto : Damanik/Mistar)

news_banner

Sergai, MISTAR.ID

Aksi demo emak-emak yang dilakukan di SPBU Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), atas dugaan adanya penyulingan BBM jenis Pertalite dan solar yang mengakibatkan kelangkaan BBM ditanggapi Unit Reskrim Polsek Dolok Masihul, jajaran Polres Serdang Bedagai (Sergai).

Kanit Reskrim Polsek Dolok Masihul, Ipda Ismail Har, mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada pihak SPBU.

"Semalam kami mengawal demo itu. Sudah dijelaskan oleh manajemen SPBU, masalahnya BBM yang masuk hanya 8 ton, sehingga tidak mencukupi kebutuhan masyarakat dan mengakibatkan antrean panjang," ungkapnya saat dikonfirmasi MISTAR, Kamis (18/6/2026).

Disinggung soal kebenaran adanya dugaan praktik penyulingan BBM yang dikeluhkan para pendemo, dirinya kembali menyebut pasokan BBM yang masuk hanya 8 ton sehingga tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Soal kebenaran adanya penyulingan BBM yang dikeluhkan pendemo, bukan menurut saya, tetapi faktanya BBM kurang," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi protes digelar puluhan emak-emak di SPBU 13.203.188 Dolok Masihul, Kelurahan Pekan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Rabu (17/6/2026) pagi. Massa mendatangi langsung stasiun pengisian bahan bakar umum tersebut.

Kedatangan sekitar 40 warga Kecamatan Dolok Masihul itu dipicu sulitnya warga mendapatkan Pertalite dan solar selama sebulan terakhir. Warga menilai pasokan BBM di SPBU tersebut tidak lancar.

Dalam aksinya, massa membentangkan spanduk berisi tuntutan agar praktik penyulingan dihentikan. Salah satu tulisannya berbunyi, “Usir Penyuling, Kami Tidak Terima Minyak Kami Dibawa Keluar Dolok Masihul”.

Nurhayati Simamarta dan Rubiatun yang menjadi juru bicara massa menyebut warga sudah kewalahan mengantre BBM. Menurut mereka, ada dugaan penyaluran BBM ke luar wilayah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga jatah warga lokal menipis.

“Sudah hampir sebulan Pertalite dan solar susah. Kami kuat menduga ada yang menyuling atau mengirim BBM ke luar Dolok Masihul,” kata salah satu orator saat aksi.

Warga meminta Pertamina dan aparat terkait segera turun tangan untuk mengecek distribusi BBM di SPBU tersebut serta menindak tegas jika benar ditemukan adanya penyimpangan. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN