Pertanian Toba Jadi Sorotan Kementerian Pertanian, Produktivitas dan Indeks Tanam Terus Ditingkatkan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Sektor pertanian di Kabupaten Toba mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pertanian. Kondisi geografis yang dinilai sangat mendukung untuk pengembangan berbagai komoditas pertanian menjadi salah satu alasan pemerintah pusat memberikan perhatian lebih kepada daerah tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, mengatakan perhatian dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak terlepas dari upaya yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Toba dalam mengusulkan berbagai program pertanian.
Menurutnya, Dinas Pertanian bersama Bupati Toba, Effendi Napitupulu, secara aktif menyampaikan proposal dan profil geografis daerah yang menunjukkan besarnya potensi sektor pertanian di Kabupaten Toba.
"Sesungguhnya Kabupaten Toba sejak lama dikenal sebagai salah satu lumbung padi. Selain itu, berbagai komoditas pertanian juga dapat tumbuh subur apabila dibudidayakan dengan baik," ujar Lena, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, perhatian dari pemerintah pusat dan provinsi diwujudkan melalui berbagai program untuk meningkatkan indeks pertanaman serta mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Sejumlah bantuan yang telah diterima petani antara lain hand tractor, hand sprayer, dan pompa air sebanyak 60 unit. Selain itu, terdapat bantuan benih jagung Pioneer P32 untuk perluasan lahan seluas 161 hektare yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui pokok-pokok pikiran DPRD Sumut, serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Lena menambahkan, pada tahun ini Kabupaten Toba kembali berpeluang memperoleh bantuan benih jagung dari pemerintah pusat untuk mendukung perluasan areal tanam.
"Rencananya bantuan benih jagung akan diberikan untuk pengembangan lahan seluas 7.000 hektare. Dengan berbagai bantuan tersebut, diharapkan produktivitas pertanian terus meningkat dan kebutuhan air dapat terpenuhi melalui pembangunan irigasi serta pemanfaatan pompa air," katanya.
Meski demikian, Lena mengakui indeks pertanaman padi di Kabupaten Toba masih perlu ditingkatkan. Dalam tiga tahun terakhir, angka indeks pertanaman belum mencapai target dua kali tanam dalam setahun.
Data Dinas Pertanian menunjukkan indeks pertanaman padi pada 2024 berada di angka 1,21 dan meningkat menjadi 1,35 pada 2025. Pada 2026, pemerintah daerah menargetkan peningkatan lebih lanjut agar pada 2029 indeks pertanaman padi dapat mencapai angka 2.
"Target kami adalah meningkatkan pola tanam sehingga petani dapat melakukan dua kali tanam padi dalam setahun secara optimal," ujarnya.
Menurut Lena, Kabupaten Toba saat ini telah mencapai swasembada padi dan jagung. Namun, peningkatan produktivitas tetap diperlukan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Selain padi dan jagung, Kabupaten Toba juga mendapat kesempatan menerima bantuan benih bawang putih dari pemerintah pusat. Kondisi geografis daerah yang berada pada ketinggian 1.000 hingga 1.300 meter di atas permukaan laut dinilai sangat cocok untuk pengembangan komoditas tersebut.
"Kondisi alam Kabupaten Toba sangat mendukung budidaya bawang putih. Ke depan bukan tidak mungkin daerah ini juga dapat mencapai swasembada bawang putih," tutur Lena.













