Peresmian Gedung Sementara SDN 155683 Sigiring-giring Tapteng: Donasi Save The Children & PT Lion Super Indo

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, bersama perwakilan Board Save the Children, Fransiska Sontiara Savitri dan Perwakilan PT Lion Super Indo, Yuvlinda Susanta, meresmikan penggunaan Gedung sementara Sekolah SDN 155683 Sigiring-giring. (f: Feliks/mistar)
Tapteng, MISTAR.ID
Anak-anak sekolah dan guru di SDN 155683 Sigiring-giring, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), kini terlihat senang dengan diresmikannya sekolah mereka yang kembali dibangun dari donasi Save The Children dan PT Lion Super Indo.
Save The Children adalah organisasi non-pemerintah internasional yang didirikan pada tahun 1919 untuk mempromosikan hak-hak anak, memberikan bantuan darurat, serta mendukung pendidikan dan kesehatan anak di seluruh dunia.
Sementara PT Lion Super Indo adalah perusahaan jaringan supermarket terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak 1997, hasil kerja sama antara Salim Group dan Ahold Delhaize.
Walau bangunan terbuat dari seng yang tertata rapi, namun proses belajar mengajar pascabencana yang dulunya dilakukan di tenda darurat, kini dapat dilakukan di Gedung Sementara Sekolah yang lebih layak, tanpa lagi merasa pengap di dalam tenda darurat.
Saat peristiwa bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 2025 lalu, gedung SDN 155683 Sigiring-giring hancur tertimpa longsor dan terseret derasnya arus banjir. Padahal, gedung sekolah itu baru selesai direhab oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng.
Pascabencana, anak-anak di sekolah itu selama satu bulan sempat belajar dari rumah, hingga Kementerian Pendidikan membangun tenda darurat khusus untuk sekolah itu agar anak-anak dapat aktif kembali menuntut ilmu dan berharap dunia pendidikan di Tapteng dapat terus bangkit pascabencana.
Selama lima bulan, siswa-siswi dan guru SDN 155683 Sigiring-giring menjalani proses belajar mengajar dengan kondisi seadanya di tenda darurat Kementerian Pendidikan. Kini, mereka diharapkan bisa membangkitkan semangat para siswa untuk meraih cita-cita mereka.
"Terima kasih kepada Save The Children dan PT Lion Super Indo, serta Pak Bupati yang telah membangun sekolah kami," ujar Lambok Manurung, salah satu siswa di sekolah itu, disela-sela peresmian gedung sekolah tersebut, Kamis (30/4/2026).
Lambok mewakili teman-temannya berharap ke depan pemerintah dapat kembali membangun sekolah mereka secara permanen yang sudah rusak tertimpa tanah longsor dan banjir.
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, bersama perwakilan Board Save The Children, Fransiska Sontiara Savitri, dan perwakilan PT Lion Super Indo, Yuvlinda Susanta, meresmikan penggunaan Gedung Sementara Sekolah SDN 155683 Sigiring-giring yang ditandai dengan penandatanganan serah terima.
Masinton Pasaribu, dalam sambutannya, menyampaikan sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi membantu pemulihan sektor pendidikan pascabencana di Kabupaten Tapteng.
Ia memberi semangat bahwa meskipun banyak bangunan sekolah yang mengalami kerusakan pascabencana, semangat belajar para siswa tidak boleh runtuh, melainkan harus pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.
“Sekolah ini mungkin sederhana dan bersifat sementara, tetapi dari tempat inilah kita berharap lahir generasi hebat yang kelak menjadi guru, dokter, TNI, Polri, bahkan pemimpin masa depan,” ujarnya.
Bupati Masinton juga mengungkapkan bahwa Pemkab Tapteng menargetkan pembangunan kembali sekitar 70 unit sekolah yang rusak dalam tahun ini, termasuk pembangunan infrastruktur jalan, hunian tetap, serta fasilitas layanan dasar seperti puskesmas di wilayah terdampak.
“Prinsip pembangunan pascabencana adalah membangun lebih kuat, aman, dan tangguh. Kami mohon masyarakat bersabar karena semua proses mengikuti mekanisme penganggaran dan legalitas lahan,” katanya.
Di kesempatan itu, Masinton turut menyampaikan terima kasih kepada Raynol Hermes Tambunan yang telah menghibahkan lahannya untuk pembangunan ruang belajar sementara tersebut.
Sementara itu, perwakilan Board Save The Children, Fransiska Sontiara Savitri, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para guru dan siswa agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal meskipun dalam kondisi darurat.
“Kami ingin anak-anak tetap semangat belajar, berkreasi, dan berinteraksi. Ini adalah langkah awal untuk membangun masa depan yang lebih baik,” katanya.
Perwakilan PT Lion Super Indo, Yuvlinda Susanta, menambahkan bahwa pembangunan ruang belajar sementara ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak terdampak bencana.
“Bangunan ini mungkin sementara, tetapi harapan dan cita-cita anak-anak tidak boleh tertunda. Ini adalah wujud nyata solidaritas kami untuk memastikan pendidikan tetap berjalan,” katanya.
Ia berharap bantuan ini menjadi langkah awal hubungan berkelanjutan antara pihaknya dengan masyarakat Tapteng.






















