Thursday, June 18, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pemanfaatan Lahan 270 hektar di Medan Senembah, Fokus Tanam Kedelai, Cabai, dan Singkong

Mistar.idKamis, 18 Juni 2026 09.42
EH
KP
pemanfaatan_lahan_270_hektar_di_medan_senembah_fokus_tanam_kedelai_cabai_dan_singkong

Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) menanam kedelai, cabai, dan singkong sebagai bentuk program Ketahanan Pangan. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) memulai program ketahanan pangan di Desa Limau Manis dan Desa Medan Senembah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, dengan mengembangkan lahan pertanian seluas 270 hektar.

Menariknya, program tersebut tidak hanya berfokus pada perluasan lahan pertanian, tetapi juga memilih komoditas yang memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan pangan nasional, yakni kedelai, cabai, dan singkong.

Kepala Dinas Penerangan Kodaeral I, Kolonel Wahyu Kurniawan, mengatakan penanaman perdana telah dilakukan sebagai langkah awal pengelolaan kawasan pertanian produktif tersebut.

“Pemilihan kedelai dan cabai dinilai strategis karena kedua komoditas itu kerap menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Mistar, Kamis (18/6/2026).

Kedelai merupakan bahan baku utama berbagai produk pangan, sementara cabai sering memengaruhi pergerakan harga bahan makanan dan tingkat inflasi.

Selain kedua komoditas tersebut, singkong juga dipilih karena memiliki potensi sebagai sumber pangan alternatif yang dapat mendukung diversifikasi pangan nasional.

Program ketahanan pangan Kodaeral I merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya pemerintah memperkuat kemandirian pangan nasional.

Melalui pemanfaatan lahan seluas 270 hektar, program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi komoditas strategis sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Kodaeral I menyebut keberhasilan program tersebut memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, kelompok tani, hingga pemangku kepentingan lainnya. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, kawasan pertanian tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap stabilitas pasokan pangan dan kesejahteraan masyarakat. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN