Pasca Banjir Langkat: Warga Krisis Air Bersih, PDAM Tak Mengalir Sejak Selasa

Warga Kelurahan Alur Dua Kecamatan Sei Lepan yang mengambil air beaih bantuan (foto: Endang/Mistar)
Langkat, MISTAR.ID
Setelah banjir melanda Kabupaten Langkat, warga kini tidak hanya menghadapi kerusakan rumah dan lingkungan, tetapi juga krisis air bersih. Di Kecamatan Sei Lepan, ketersediaan bahan bakar dan air bersih menjadi persoalan utama yang belum teratasi.
Meski banjir telah surut, sejumlah rumah warga masih terendam hingga setinggi betis orang dewasa. Warga mulai membersihkan rumah dari lumpur dan sampah yang terbawa banjir, namun keterbatasan air bersih membuat proses tersebut semakin sulit.
Selama ini warga mengandalkan air sumur dan layanan PDAM Tirta Wampu, tetapi keduanya kini tidak dapat digunakan.
“Air sumur sudah gak bisa dipakai karena berlumpur. Kalau air PDAM udah gak ngalir sejak Selasa lalu,” kata Pretno, warga Kelurahan Alur Dua, Senin (1/12/2025).
Untuk kebutuhan sehari-hari, warga hanya bergantung pada pasokan air bersih dari bantuan berbagai pihak.
“Di sekitar sini ada bantuan pasokan air bersih di depan Masjid Taqwa, tiap hari datang. Tapi kalau datang langsung habis,” ujar Pretno.
Air bantuan digunakan untuk memasak dan minum. Sementara itu, untuk mencuci, warga terpaksa memakai air sumur meski tercampur lumpur.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait terus memberikan suplai air bersih hingga kondisi kembali pulih. (hm27)






















