Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pantai Jono Batu Bara Kembali Ramai, Pengunjung Keluhkan Tiket Berlapis dan Parkir Mahal

Mistar.idSelasa, 24 Maret 2026 pukul 20.21 WIB
pantai_jono_batu_bara_kembali_ramai_pengunjung_keluhkan_tiket_berlapis_dan_parkir_mahal

Tiket masuk belapis yang dikenakan terhadap pengunjung Pantai Jono. (foto:dokumenwarga/mistar)

news_banner

Batu Bara, MISTAR.ID

Sempat ditinggalkan pengunjung dan tidak terurus, keberadaan Pantai Jono atau Pantai Perjuangan di Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, kembali ditata ulang.

Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, pada Selasa, 21 Oktober 2025, mengharapkan pantai yang dahulu tenar ini kembali dibenahi agar menarik pengunjung.

Akhirnya, setelah pembahasan cukup panjang, keberadaan pantai ini disepakati akan dihidupkan lagi. Sebagai pengelola, disepakati Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Lalang Bahagia Bersama.

Namun, setelah beberapa bulan berjalan dan pengunjung mulai berdatangan, muncul dugaan sikap pengelola yang merugikan pengunjung.

Pada libur Idulfitri 1447 H, tepatnya H+3, pengunjung mengeluhkan sistem tiket dua lapis yang dikenakan saat melintasi pintu masuk.

"Tiket pertama bertanda Pemerintah Kabupaten Batu Bara sebesar Rp3.000. Usai membayar tiket tersebut, pengunjung kembali disodori tiket kedua bertanda BUMDes Lalang sebesar Rp7.000. Jadi, setiap pengunjung diharuskan membayar Rp10.000," ucap Wahyu, pengunjung asal Labuhanbatu Utara, Selasa (24/3/2026).

Keresahan pengunjung belum berhenti setelah masuk ke lokasi wisata pantai tersebut. Pengunjung yang mengendarai sepeda motor dikenai tarif parkir sebesar Rp20.000, sedangkan mobil roda empat sebesar Rp60.000.

"Untuk kelas wisata pantai di daerah, tarif tersebut dinilai sangat memberatkan, terlebih bila membawa keluarga besar. Kami mohon pihak terkait agar memperhatikan ini. Jangan sampai pantai ini kembali ditinggalkan pengunjung," tutur pengunjung yang mengaku datang dari Simalungun.

Kondisi ini disesalkan oleh Agus Sitohang, seorang tokoh pemuda Kecamatan Medang Deras. "Bila memang benar tarif masuk berlapis dan tarif parkir kendaraan mencekik leher, ini tidak boleh dibiarkan. Saya minta Kadis Parpora bertindak menertibkannya," kata Agus. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN