Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Program BSPS 2026 Naik Drastis, Maruarar Targetkan 509 Rumah Layak Huni di Toba

Mistar.idSelasa, 24 Maret 2026 pukul 20.44 WIB
program_bsps_2026_naik_drastis_maruarar_targetkan_509_rumah_layak_huni_di_toba

Maruarar meninjau rumah warga yang akan menerima BSPS di Desa Patane V. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Kementerian Perumahan dan Permukiman Republik Indonesia menargetkan bedah rumah bagi warga miskin sebanyak 509 unit menjadi layak huni melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Menteri Perumahan dan Permukiman, Maruarar Sirait, mengatakan bahwa pada 2025 Provinsi Sumatera Utara ditargetkan mendapatkan alokasi BSPS sebanyak 1.982 unit, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 19.668 unit.

"Untuk Kabupaten Toba pada 2026 ditargetkan sebanyak 509 unit, dan minimal 200 unit lebih terealisasi setelah dilakukan survei kelayakan mendapatkan BSPS," ujar Maruarar, Selasa (24/3/2026).

Menurut Maruarar, terdapat tiga kecamatan yang langsung dilakukan survei kelayakan olehnya, yakni Kecamatan Porsea, Bonatua Lunasi, dan Kecamatan Balige. Namun, tidak seluruh usulan penerima memenuhi kriteria kelayakan mendapatkan BSPS.

"Seperti di Desa Patane V, Kecamatan Porsea, dari usulan penerima alokasi BSPS, ternyata hanya tiga unit rumah yang memenuhi kelayakan, dan selebihnya masih dalam tahap verifikasi," ucapnya.

Menteri Perumahan dan Permukiman juga mengingatkan bahwa program ini harus tepat sasaran. Ia menegaskan agar tidak terjadi kondisi di mana masyarakat mampu justru menerima bantuan, sementara yang tidak mampu tidak mendapatkan. Selain itu, ia juga menekankan agar tidak ada pungutan liar dalam program ini.

"Jika ada yang melakukan pungli untuk program ini, segera laporkan, maka akan kita penjarakan," tuturnya.

Maruarar juga menambahkan bahwa dalam penyediaan toko material (panglong) tidak boleh hanya satu, melainkan minimal dua, agar terjadi keseimbangan harga dalam penyediaan semen, batu, pasir, dan material lainnya.

"Sehingga kita mendapatkan efisiensi untuk masyarakat melalui penawaran dari panglong. Keuntungan kembali kepada rakyat dan dapat dibelanjakan oleh masyarakat penerima untuk kebutuhan bahan bangunan," ucapnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN