Orang Tua di Toba Setuju Pemblokiran Medsos terhadap Anak

Warga saat melihat konten medsos pakai handphone. (Foto: Nimrot/mistar)
Toba, MISTAR.ID
Kebijakan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk penonaktifan atau pemblokiran media sosial (medsos) bagi anak dibawah usia 16 tahun diapresiasi orang tua di Kabupaten Toba, yang berdampak menghindari karakter mental negatif dari anak.
Pantauan dari wartawan Mistar, dari sepuluh orangtua yang dimintai pendapatnya, sembilan diantaranya menyetujui kebijakan dari Komdigi sementara satu diantaranya tidak setuju.
Salah seorang warga Kecamatan Laguboti, J Hutajulu mengatakan, kebijakan tersebut sudah sangat bagus sehingga anak tidak lagi melihat konten-konten yang bersifat negatif, seperti perundungan dan yang berbau seks.
"Jika hanya sekedar kontrol yang dilakukan tidak akan maksimal. Saya pernah mencoba membuat perjanjian terhadap anak saya untuk pembatasan melihat media sosial, namun itu hanya berlanjut sebulan saja, sebab anak melakukan secara sembunyi atau saat saya sedang bekerja (tidak berada dirumah)," ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Warga Kecamatan Porsea, Riana mengatakan, anak sekarang sangat sulit diawasi dan meskipun dibuat sistem "mode anak" tetap saja mereka dapat membukanya, terlebih saat orang tua tidak dirumah dan apalagi saat mereka berada di luar berkumpul dengan teman.
"Anak sekarang jauh lebih pintar mengutak-atik android daripada pelajaran yang diberikan dari sekolah. Jadi sekecil apapun peluang mereka selalu membuka media sosial, maka lebih pantas di blokir saja," tutur Riana.
Berbeda dengan pendapat yang dilontarkan, Lisbet warga Porsea, dengan diblokirnya media sosial bagi anak dapat membatasi perkembangan anak dalam berkreasi, sebab banyak konten yang ada di media sosial mampu mendidik karakter mereka menciptakan ide-ide yang kreatif.
"Intinya kita selalu menjaga dan mengarahkan anak, konten apa yang layak mereka tonton. Selain membuat mode anak juga pengawasan ekstra ketat, sebab melalui media sosial anak dapat berkreasi dan menghasilkan cuan (uang)," ucapnya.






















