Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Mengambang Selama 4 Hari di Laut, Nelayan asal Langkat Ditemukan Terdampar di Pesisir Pantai Bagan Kuala Sergai

Mistar.idSelasa, 25 November 2025 21.15
journalist-avatar-top
SD
mengambang_selama_4_hari_di_laut_nelayan_asal_langkat_ditemukan_terdampar_di_pesisir_pantai_bagan_kuala_sergai

Keempat Nelayan Asal Langkat ditemukan terdampar di pesisir pantai Desa Bagan Kuala (foto: Damanik/Mistar)

news_banner

Sergai, MISTAR.ID

Empat orang nelayan asal Desa Ferlis Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat, atas nama Ahmad Jais, Abdul Wahit, Ahmad Sakirin dan Erwin ditemukan selamat setelah terombang-ambing selama empat hari di laut oleh warga Dusun III, Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.

Kepala Desa Bagan Kuala, Syafril mengatakan keempat nelayan yang terdampar di Perairan Serdang Bedagai (Sergai) tersebut awalnya ditemukan warga Dusun lll di Pesisir Pantai Bagan Kuala.

Dijelaskannya, masyarakat sekitar bergerak cepat memberikan pertolongan dengan menarik sisa-sisa sampan ke tepi pantai dan memberikan bantuan awal kepada para nelayan yang tampak kelelahan.

"Saat ditanya mereka berangkat dari Brandan pada Sabtu (22/11/2025). Di tengah perjalanan, sampan yang mereka tumpangi pecah setelah dihantam gelombang besar. Setelah terombang-ambing di laut selama kurang lebih empat hari, akhirnya mereka mencapai pesisir Bagan Kuala,” ujar Syafril.

Saat ditemukan, lanjutnya, sampan mereka mengalami kerusakan berat, sementara jaring bawal yang dibawa rusak dan sebagian hilang.

"Mungkin karena cuaca buruk dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi penyebab utama pecahnya sampan mereka," tuturnya.

Setelah melakukan koordinasi dengan Babin Potmar Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar) para nelayan akhirnya dapat berkomunikasi dengan pihak keluarga.

“Mereka direncanakan akan dijemput oleh keluarga yang berada di Lubuk Pakam sebelum diantar kembali ke daerah asal mereka di Brandan Barat,” ujar Syafril.

Dengan kondisi gelombang tinggi seperti ini, Dirinya mengimbau warganya yang sebahagian besar pekerjaan nelayan agar lebih waspada terhadap cuaca ekstrem serta selalu memeriksa kelayakan armada sebelum melaut.

"Bagi warga Desa Bagan kuala yang bekerja sebagai nelayan agar lebih berhati-hati dan waspada akan situasi cuaca saat ini," ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN