Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Jembatan Sementara di Tapteng Selesai Dibangun, Akses Dua Desa Kembali Terbuka

Mistar.idSenin, 23 Maret 2026 19.34
journalist-avatar-top
FM
jembatan_sementara_di_tapteng_selesai_dibangun_akses_dua_desa_kembali_terbuka

Jembatan sementara yang terbuat dari pohon kelapa yang menghubungkan Desa Lumut Nauli Kecamatan Lumut dan ke Desa Sihapas Kecamatan Sukabangun. (foto:feliks/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Plh. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Ardiansyah Harahap, mengatakan telah selesai dibangun jembatan sementara di perbatasan Desa Lumut Nauli dan Desa Sihapas.

Akses kedua desa tersebut sempat terputus akibat jembatan yang menghubungkan keduanya rusak pada 25 November 2025 akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Menurutnya, sebelumnya Kepala Desa Sihapas telah melaporkan kerusakan jembatan tersebut, dan hal ini telah dikoordinasikan BPBD Tapteng dengan Bappeda Tapteng untuk pembangunan jembatan dimaksud.

"Saat ini Desa Lumut Nauli dan Desa Sihapas sudah bisa dilewati, tidak harus melewati sungai lagi, namun warga tetap diimbau untuk berhati-hati saat melintasinya," ujar Ardiansyah Harahap, Senin (23/3/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan sementara atau jembatan alternatif tersebut merupakan hasil koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tapteng melalui BPBD Tapteng, Camat Lumut, Camat Sukabangun, Kepala Desa Lumut Nauli, dan Kepala Desa Sihapas Kecamatan Lumut, serta melibatkan warga.

"Jembatan alternatif yang dibangun secara gotong-royong tersebut masih terbuat dari pohon kelapa. Ke depannya pemerintah akan membangun jembatan itu kembali secara permanen," katanya.

Ardiansyah menambahkan, dengan terbangunnya jembatan sementara itu, jalur transportasi sudah bisa dilewati sepeda motor untuk membawa hasil bumi ke Desa Lumut Nauli Kecamatan Lumut dan Desa Sihapas Kecamatan Sukabangun, maupun sebaliknya.

"Warga diharapkan bersabar untuk pembangunan jembatan secara permanen, sebab sudah kita koordinasikan pembangunannya ke Bappeda," ucapnya.

Damianus Waruwu, warga setempat, mengaku saat akses jembatan terputus, pengangkutan hasil pertanian warga sempat terkendala. Warga terpaksa harus melewati sungai untuk menyeberang menuju desa tetangga.

“Akibat terputusnya jembatan, warga sempat kewalahan mengangkut hasil pertanian," katanya.

Ia berharap pemerintah segera membangun jembatan itu kembali secara permanen guna menghindari risiko korban jiwa, karena jembatan sekarang masih bersifat darurat.

"Mudah-mudahan pemerintah segera membangun jembatan ini sebab masih terbuat dari batang kelapa. Kita khawatir nantinya ada warga terjatuh," tuturnya. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN