Jembatan Lae Simbelin di Jalinsum Dairi-Pakpak Bharat Berlubang, Warga Khawatir Ambruk

Kondisi jembatan Lae Simbelin Sidiangkat berlubang dan retak di Jalinsum Dairi-Pakpak Bharat. (Foto: Manru/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Kondisi Jembatan Lae Simbelin di Sidiangkat, ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Dairi–Pakpak Bharat, membuat warga dan pengendara resah. Lantai jembatan tampak berlubang dan retak, terutama pada bagian abutmen atau penyangga konstruksi, sehingga menimbulkan kekhawatiran jembatan bisa ambruk.
Warga sekitar yang ditemui di lokasi, Rabu (26/11/2025), menyebutkan kondisi lubang pada ujung bentangan jembatan itu sangat mengkhawatirkan.
“Pemandangannya seperti jembatan terancam ambruk atau putus. Apalagi arus sungai sedang deras dan menggerus dinding pondasi akibat meningkatnya debit air karena curah hujan tinggi sepekan terakhir,” ujar Nainggolan.
Ia berharap pihak terkait, khususnya Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) dan tenaga ahli teknik, segera meninjau kondisi jembatan tersebut untuk memastikan keamanan pengguna jalan. Jalur ini merupakan akses padat kendaraan berat yang keluar masuk antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Nainggolan juga mengaku melihat tanda-tanda adanya pekerjaan rehabilitasi abutmen, namun di lokasi tidak terdapat plang proyek.
“Kelihatannya abutmen jembatan ini baru selesai dikerjakan. Sepertinya ada proyek rehabilitasi,” ujarnya penuh kecurigaan.
Terpisah, Cristopel Sinaga dari BBPJN, yang menangani pemeliharaan ruas Jalinsum Dairi–Pakpak Bharat, ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (26/11/2025), mengaku pihaknya akan segera melakukan perbaikan.
“Itu akan kita timbun dan diaspal kembali, Pak. Masih tahap pemeliharaan. Rencana kami menanganinya setelah pekerjaan perbaikan jalan longsor di Pakpak Bharat menuju Aceh selesai,” kata Cristopel.
Ia menambahkan bahwa anggaran penanganan permanen belum tersedia.
“Tidak ada dananya, Pak, tetapi sudah kami ajukan untuk tahun depan. Untuk saat ini hanya penanganan sementara,” sambungnya.
Saat ditanya apakah jembatan tersebut aman dilintasi kendaraan berat, Cristopel menjelaskan,
“Rencana kami akan menimbunnya pakai Kelas A. Setelah padat, baru diaspal kembali. Kami usahakan pasang garis polisi, dan besok kita mulai penimbunan Kelas A.”



















