9.8 C
New York
Monday, March 4, 2024

Hari Ini Ratusan Kades di Deli Serdang Kembali dari Lombok

Deli Serdang, MISTAR.ID

Ratusan kepala desa dari 11 kecamatan di Kabupaten Deli Serdang yang tergabung dalam gelombang pertama study tiru ke Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat telah berangkat, Kamis (7/12/23) lalu.

Menurut jadawal, para kades akan kembali ke desanya masing-masing setelah berada di Lombok selama 5 hari 4 malam, Senin (11/12/23). Adapun 11 kecamatan yang tergabung pada gelombang pertama terdiri dari Kecamatan Gunung Meriah, STM Hilir, STM Hulu, Namorambe, Sibolangit, Kutalimbaru, Pancur Batu, Biru Biru, Bangun Purba, Hamparan Perak dan Kecamatan Sunggal.

Selain para kepala desa yang pergi study tiru, camat dan kasi pemerintahan setiap kecamatan juga ikut mendampingi rombongan kepala desa. Tidak ada publikasi oleh Pemkab Deli Serdang melalui Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostan) terhadap kegiatan ratusan kepala desa se-Kabupaten Deli Serdang yang menghabiskan biaya Rp7,6 miliar bersumber dari dana desa tersebut.

Namun, dari foto-foto yang diunggah oleh sejumlah kepala desa di media sosialnya, diketahui keberangkatan ratusan kades pada gelombang pertama menggunakan pesawat Lion Air.Selain berswafoto di dekat pesawat sebelum keberangkatan dari Bandara Kualanamu, ada juga foto di Pantai Lombok termasuk di Hotel Lombok Raya Mataram tempat mereka menginap.

Baca Juga : Rencana Studi Tiru Kades Deli Serdang ke Bali Disoal Warga

Sementara, foto kegiatan studi tiru tidak ada yang mengunggahnya. “Bukan studi tiru, tapi tepatnya plesiran dibalut kegiatan dinas,” ujar sejumlah kepala desa ketika dikonfirmasi, Minggu (10/12/23) malam.

Diberitakan sebelumnya, keberangkatan study tiru ke Lombok disambut suka cita oleh ratusan kades di Deli Serdang. Mereka pun mengaku kegirangan. Biaya kepergian para kades mencapai Rp20 juta per orang diambil dari Anggaran Dana Desa (ADD).

Terdapat 380 desa di Deli Serdang. Jika seluruh kades ikut, maka total anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp7,6 milyar. Kepergian mereka ditanggungjawabi oleh masing-masing Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) Kecamatan se-Kabupaten Deli Serdang.

Baca Juga : Studi Tiru ke Lombok Habiskan Biaya Rp7,6 Miliar, Kades di Deli Serdang Kegirangan

Mereka sudah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memfasilitasi kegiatan study tiru dan bimtek dengan Lembaga Pengembangan Masyarakat Daerah (LPMD) yang berpusat di Ciledug, Kota Tangerang.

Kepergian kades pun dibagi menjadi dua gelombang. Untuk keberangkatan pertama ada 11 kecamatan. Gelombang kedua menyusul 11 kecamatan lagi. Bimbingan Teknis dan Study Tiru yang hendak dilaksanakan bertemakan,”Penyelenggaran Pemerintahan Desa yang Baik dan Pendapatan Asli Desa Guna Peningkatan Perekonomian Desa serta Percepatan Pencapaian SDGS Desa Sesuai dengan Tematik Pengelolaan Keuangan Desa”. (sembiring/hm24)

Related Articles

Latest Articles