Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Gubernur Bobby Tinjau Sempadan Sungai Sibuluan, Pastikan Rekonstruksi Tanggul dan Hunian Warga Dipercepat

Mistar.idSelasa, 14 April 2026 pukul 18.46 WIB
gubernur_bobby_tinjau_sempadan_sungai_sibuluan_pastikan_rekonstruksi_tanggul_dan_hunian_warga_dipercepat

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Bupati Tapteng Masinton Pasaribu meninjau kondisi sempadan sungai dan menemui warga di Sungai Panjaitan (Hilir/pertemuan antara Sungai Siaili Tukka dan Sungai Aek Tolang) dan Sungai Aek Sibuluan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng, Selasa (14/4/2026). (foto: Diskominfo Sumut/Mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau kondisi sempadan sungai sekaligus menemui warga terdampak banjir bandang November 2025 di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan rekonstruksi tanggul, serta rehabilitasi permukiman warga.

Dalam kunjungan Selasa (14/4/2026), Gubernur bersama rombongan meninjau rencana pembangunan bronjong (sheet pile beton) yang sebelumnya hancur tergerus banjir hingga menyebabkan longsor dan merusak permukiman. Proses rekonstruksi kali ini membutuhkan pemetaan lebih komprehensif, mengingat akses menuju lokasi melewati kawasan padat penduduk.

Adapun titik yang dikunjungi meliputi Sungai Panjaitan (hilir pertemuan Sungai Siaili Tukka dan Sungai Aek Tolang) serta Sungai Aek Sibuluan di Kecamatan Pandan. Kedua lokasi tersebut mengalami kerusakan bronjong pada jalur tikungan sungai.

"Jadi karena arus air deras menghantam bronjong dan membuat tanahnya ambles. Bahkan puluhan meter tanah kini berubah menjadi aliran air sungai," ujar Bobby di sela peninjauan di tiga titik lokasi.

Selain pembangunan bronjong, Bobby juga menyiapkan solusi bagi warga yang kehilangan rumah dan lahan melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P). Pemerintah Provinsi Sumut akan menangani sejumlah titik sesuai kewenangan.

"Karena ini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, maka ini kita tanggungjawabi. Kalau bisa ada tanah (tapak rumah) penggantinya, kita bebaskan lahannya dan bangun rumahnya sampai selesai. Lahan yang lama, kami minta warga merelakannya untuk kita bangun sheet pile (bronjong)," katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut, Gibson Panjaitan, menyampaikan pembangunan bronjong akan menggunakan sistem pasak bumi (sheet pile beton) agar lebih kokoh dan tahan terhadap arus deras.

"Kendala yang ada selama ini adalah kondisi permukiman padat serta perlunya persetujuan warga terdampak agar pembangunan dapat berjalan. Tadi Pak Gubernur sudah langsung turun meminta dukungan masyarakat," ucap Gibson.

Ia menambahkan sebagian pekerjaan awal telah dilakukan, yakni pengerukan dasar sungai yang mengalami sedimentasi pascabanjir menggunakan alat berat. Pembangunan bronjong ditargetkan mulai pada Mei 2026 atau paling lambat Juni 2026.

"Dari instruksi Pak Gubernur, paling lama kita mulai itu Juni 2026. Kalau kendala di lapangan bisa teratasi, maka waktu pengerjaannya bisa lebih cepat. Yang penting dukungan masyarakat untuk memudahkan pengerjaannya," tutur Gibson.

Adapun panjang bronjong yang akan dibangun diperkirakan mencapai 400 hingga 600 meter di setiap titik, dengan penentuan berdasarkan skala prioritas wilayah berisiko tinggi terdampak banjir. (rel)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN