Sunday, October 18, 2026
home_banner_first
SUMUT

Dugaan Penyimpangan UPTD Benih Padi Tanjung Morawa Segera Dilaporkan ke APH

Mistar.idMinggu, 18 Oktober 2026 pukul 21.29 WIB
dugaan_penyimpangan_uptd_benih_padi_tanjung_morawa_segera_dilaporkan_ke_aph

Dugaan Penyimpangan UPTD Benih Padi Tanjung Morawa Segera Dilaporkan ke APH

Deli Serdang, MISTAR.ID - Sejumlah warga Desa Perdamean, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, berencana melaporkan UPTD Benih Induk Padi di Desa Perdamean ke Tipikor Polda Sumut dan Kejaksaan Negeri Deli Serdang, Senin (19/10/2026).

Pelaporan tersebut berkaitan dengan dugaan penjualan gabah ke kilang padi yang dipertanyakan warga karena tidak dijadikan benih. Selain itu, warga juga menyoroti dugaan penyimpangan dalam pembangunan pagar tembok yang disebut menggunakan kembali pondasi pagar lama yang telah roboh.

Hal itu disampaikan perwakilan warga, Riswandif Tarigan dan Ranto Manurung, Minggu (18/10/2026).

“Laporan kita sebagai warga akan kita sampaikan ke Tipikor Poldasu dan Kejaksaan Negeri Deli Serdang,” ujar Riswandif Tarigan.

Sementara itu, Ranto Manurung, yang merupakan Ketua Sub Rayon KB FKPPI Desa Perdamean, berharap pelaporan tersebut dapat memberikan efek jera agar dugaan perbuatan serupa tidak terulang.

“Biarlah aparat penegak hukum (APH) yang mengusutnya,” kata Ranto.

Ranto juga menyesalkan pembangunan pagar baru yang diduga masih menggunakan pondasi pagar lama yang telah roboh.

“Pagar lama saja tumbang karena diduga salah pembangunannya. Kenapa pondasi pagar lama itu malah digunakan lagi untuk bangunan baru,” ujar Ranto.

Sebelumnya diberitakan, sorotan warga terhadap pembangunan pagar tembok di UPTD Benih Induk Padi Tanjung Morawa. Pembangunan pagar sepanjang 70 meter dengan tinggi 1,5 meter tersebut menjadi perhatian karena tidak dilengkapi papan informasi proyek, sehingga warga tidak mengetahui sumber dana maupun besaran anggarannya.

Warga juga menyoroti kondisi bagian sloof atau balok beton bertulang horizontal yang berfungsi mengikat struktur bawah bangunan dan menjadi dudukan tembok. Pada bagian tersebut ditemukan sejumlah batu koral di antara rangkaian besi beton, yang dinilai warga perlu mendapat perhatian.

Selain persoalan pembangunan pagar, warga sebelumnya juga mempertanyakan dugaan penjualan hasil panen padi ke kilang, bukannya dimanfaatkan untuk pembenihan. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN