Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

DPKPP Dairi Akui Alokasikan Dana Rp3,6 Miliar Didominasi Biaya Sosialisasi

Mistar.idSenin, 26 Januari 2026 19.50
journalist-avatar-top
JM
dpkpp_dairi_akui_alokasikan_dana_rp36_miliar_didominasi_biaya_sosialisasi

Kepala DPKPP Kabupaten Dairi, Kesti Angkat, pinggir (kiri) didampingi tiga stafnya ketika dihubungi mistar. (Foto: Manru/mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Dairi alokasikan dana sebesar Rp3.634.180.924 yang bersumber dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun anggaran 2025 diakui didominasi biaya sosialisasi.

Hal itu disampaikan Sekretaris DPKPP Kabupaten Dairi, Siska Tampubolon disaksikan langsung Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Dairi, Kesti Angkat, ketika dikonfirmasi mistar di ruang kerjanya, Senin (26/1/2026).

Siska Tampubolon juga selaku PPK dan Novel Berutu selaku PPATK menerangkan alokasi dana tersebut, dimana dana P-APBD 2025 yang dikelola DPKPP sebesar Rp3.634.180.924 dengan rincian sementara belanja administrasi umum perangkat daerah Rp51.498.800; penggunaan sarana pendukung pertanian Rp1.291.728.300; pembangunan prasarana pertanian Rp641.125.000.

Saat ditanya soal alokasi dana dimaksud didominasi untuk mendukung fokus program pemerintah dalam mendukung swasembada pangan secara khusus tanaman produksi beras, Siska Tampubolon malah balik bertanya.

"Apa tujuan tulisan ini. Anggaran yang kami kelola kan belum diperiksa Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jadi kami belum bisa merinci," kata Siska.

Siska menjelaskan dari dana Rp3,6 miliar itu ada belanja alsintan dan pembangunan solar dryer dome serta peningkatan rehabilitasi lima paket daerah irigasi dengan total anggaran kurang lebih Rp600 juta.

Soal kondisi produksi pangan di Kabupaten Dairi tahun 2025 terutama produksi hasil padi dan jagung, Kesti menyebut supaya disusun dulu baru mana data yang bisa layak dipublikasikan lalu akan dikirim melalui whatsapp.

Namun, hingga kini, Kesti Angkat belum memberikan perolehan data konfirmasi tersebut. Sebelumnya, bangunan Solar Dryer Dome atau teknologi pengeringan hasil pertanian yang dibangun di Desa Palding Jaya, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, disebut proyek mubazir yang menghamburkan uang negara atau pemborosan anggaran tidak bermanfaat.

Proyek itu disebut mubazir dari sejumlah pengamat dan warga sekitar setelah melihat kondisi bangunan yang ditinjau di lapangan menunjukkan akses sulit, Jumat (23/1/2026).

Bangunan Solar Dryer Dome berada di lokasi Kantor Balai Pembibitan Pertanian Dairi, Kecamatan Tigalingga. Akses dari jalan besar menuju bangunan masih berupa jalan perkerasan dengan kondisi sangat sempit yang disinyalir menyulitkan mobilisasi hasil pertanian ke dalam.

Warga sekitar bermarga Sembiring menggambarkan bangunan pengering hasil pertanian seperti jagung, kakao, kopi, dan komoditas lainnya berbentuk kubah yang menggunakan energi surya untuk menurunkan kadar air secara efisien. Proyek tersebut dibangun dari Perubahan APBD (P-APBD) tahun 2025 dengan pagu Rp600 juta.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN