DLH Kota Binjai Olah Sampah Jadi Produk Bernilai, Volume Limbah Turun Signifikan

Proses pengolahan limbah sampah menjadi produk bernilai jual ekonomi di Binjai. (foto: istimewa/mistar)
Binjai, MISTAR.ID
Pemerintah Kota Binjai terus melakukan berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah guna menekan volume limbah yang dihasilkan setiap hari. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai, pengelolaan sampah kini tidak hanya berfokus pada pengangkutan, tetapi juga pada pengolahan limbah menjadi produk bernilai guna.
Kegiatan pengelolaan sampah tersebut dipusatkan di Jalan Bangau, Lingkungan IX, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Sumatera Utara. Di lokasi ini, berbagai jenis sampah dipilah dan diolah kembali agar tidak seluruhnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Berkat inovasi tersebut, volume sampah harian di Kota Binjai berhasil ditekan secara signifikan. Jika sebelumnya mencapai sekitar 130 ton per hari, kini jumlahnya berkurang menjadi sekitar 90 ton per hari. Capaian ini dinilai sebagai langkah positif dalam mendukung program Binjai Bersih.
Salah satu bentuk pemanfaatan limbah yang dilakukan adalah pengolahan kain perca yang dijahit kembali menjadi keset kaki. Produk ini tidak hanya memiliki nilai guna, tetapi juga bernilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain itu, sampah organik diolah menjadi ulat magot yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ayam, ikan, dan bebek dengan harga terjangkau. Inovasi ini dinilai efektif dalam mengurangi sampah organik sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
DLH Kota Binjai juga memanfaatkan limbah potongan kayu untuk diproduksi menjadi arang, yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun pelaku usaha kecil.
Hasil pengolahan limbah tersebut selanjutnya diberdayakan untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Binjai. Seluruh proses pengelolaan dilakukan secara berkelanjutan oleh para pekerja DLH Kota Binjai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai, Ahmad Yani, saat dikonfirmasi pada Rabu (11/2/2026), menyampaikan bahwa pengelolaan sampah saat ini diarahkan tidak hanya pada pengangkutan, tetapi juga pada pemanfaatan limbah agar memiliki nilai tambah.
“Melalui program ini, kami berharap masyarakat semakin berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus ikut memberikan edukasi tentang pentingnya mencintai dan merawat lingkungan sekitar,” ujarnya.
Upaya tersebut menunjukkan hasil positif, ditandai dengan penurunan volume sampah harian secara signifikan serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mendukung kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kota Binjai.
BERITA TERPOPULER























