Wednesday, July 8, 2026
home_banner_first
SUMUT

Dinkes Tapteng Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Korban Banjir Susulan di Tukka

Mistar.idKamis, 21 Mei 2026 pukul 10.02 WIB
dinkes_tapteng_buka_posko_kesehatan_gratis_untuk_korban_banjir_susulan_di_tukka

Kadis Kesehatan Tapteng,  Lisnawati Panjaitan. (Foto: Feliks/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah bergerak cepat membuka posko pemeriksaan medis bagi warga terdampak banjir susulan di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Banjir susulan terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Tapteng sejak Rabu (20/5/2026) malam hingga Kamis (21/5/2026) dini hari. Luapan air merendam sejumlah permukiman warga dan memaksa masyarakat di beberapa titik untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi tersebut, Dinkes Tapteng langsung menurunkan tim medis ke lokasi banjir guna memastikan kesehatan warga pengungsi tetap terjaga.

Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, Lisnawati Panjaitan, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk mendirikan posko kesehatan di wilayah terdampak banjir.

“Di Kecamatan Tukka kami langsung membuka posko kesehatan guna melakukan pemeriksaan medis secara gratis bagi warga korban banjir. Tim medis dan ketersediaan obat-obatan disiagakan penuh untuk mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir,” ujar Lisnawati Panjaitan, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, melalui posko kesehatan tersebut masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan dapat segera memperoleh pelayanan medis serta obat-obatan secara cepat dan gratis.

Ia menjelaskan langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko penyebaran penyakit yang kerap muncul setelah banjir, seperti infeksi kulit, diare, hingga gangguan saluran pernapasan.

Dinkes Tapteng juga memastikan pelayanan kesehatan tetap aktif dilakukan di sejumlah titik pengungsian warga.

Di Posko Pengungsian dekat Jembatan Sigotom, tim medis telah melayani sebanyak 22 kepala keluarga. Sementara di posko kesehatan yang berada di SMP Negeri 3 Bonalumban, petugas telah memberikan pelayanan medis kepada 14 kepala keluarga pengungsi.

“Hingga saat ini, selain bersiaga di posko, tim kesehatan juga terus melakukan pemantauan berkala berkoordinasi dengan UPT Puskesmas di Kecamatan Tukka untuk tetap standby sewaktu-waktu warga membutuhkan bantuan medis,” pungkasnya.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Tapanuli Tengah.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN