Demi Ikut Olimpiade PAI Nasional di Jakarta, Siswi Asal Langkat Ini Menembus Banjir

Intan Syakira siswi SMPN 3 Satu Atap Gebang, Kabupaten Langkat, saat berjalan menyusuri banjir untuk dapat tiba di Kemenag Langkat. (Foto: Istimewa/Mistar)
Langkat, MISTAR.ID
Di tengah banjir besar yang melumpuhkan sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) sejak 24 November 2025 lalu, Intan Syakira, menunjukkan tekad luar biasa untuk tetap berangkat dan mengikuti Lomba Pidato Tingkat SMP pada Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) Nasional 2025 di Jakarta yang akan berlangsung pada awal Desember ini.
Meskipun siswi SMPN 3 Satu Atap Gebang, Kabupaten Langkat itu berada di pengungsian bersama keluarganya, kemudian hilangnya sinyal yang membuat dia tak bisa terhubung dengan pihak sekolah maupun Kemenag Langkat, itu semua tak menghentikan langkahnya untuk berjuang.
Intan kemudian mengajak ibunya berjalan kaki sejauh 2 kilometer menembus banjir setinggi pinggang demi mencari sinyal telepon. Upaya itu dilakukan agar ia bisa menghubungi Kasi PAI Kankemenag Langkat, Siti Aminah dan memastikan keikutsertaannya dalam lomba tersebut.
Dengan suara penuh harap, Intan merayu ibunya. “Mak, tolonglah Mak! Aku harus ikut lomba. Aku siap menyebrangi banjir ini, walaupun harus berjalan kaki sampai ke Kantor Kemenag Langkat,” ujarnya saat merayu sang ibu kala itu.
Setelah menemukan titik yang masih memiliki sinyal, Intan segera menyampaikan tekadnya kepada Kasi PAI. Mendapat laporan tersebut, Kepala Kemenag Langkat, Ainul Aswad, langsung meminta Seksi PAI untuk menindaklanjuti.
Informasi itu kemudian diteruskan kepada Kakanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi. Melalui Kabid PAKIS Muksin Batubara, ia segera menginstruksikan Katim PAI pada PAUD dan Dikdas, Dahyar Husein, untuk berkoordinasi dengan Kemenag Langkat dan mempersiapkan kebutuhan keberangkatan Intan.
Bermodalkan uang Rp600.000, pakaian basah yang menempel di badan, serta ponsel yang dibungkus plastik, Intan melanjutkan perjalanan bersama abang sepupunya menuju Kantor Kemenag Langkat.
Sejak pukul 08.00 WIB, ia mengarungi banjir dengan berjalan kaki, menaiki rakit dari batang pisang, hingga akhirnya mendapat bantuan anggota TNI untuk menumpang. Intan bahkan harus berganti kendaraan empat kali, termasuk menumpang alat berat beko dan beberapa truk.
Intan akhirnya tiba di Kantor Kemenag Langkat pada pukul 19.00 WIB dengan kondisi lelah, pakaian kumal dan basah, tanpa alas kaki, serta luka-luka di bagian kakinya karena seharian harus menembus banjir dan juga lemas karena belum makan.
Kakan Kemenag dan Kasi PAI bersama staf langsung menyambut kedatangannya. Melihat tekad dan perjuangan Intan, Bupati, Kemenag, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat berkoordinasi untuk mempersiapkan segala kebutuhan dan menugaskan tim mendampingi keberangkatannya menuju Jakarta.
“Perjalanan Intan ini menjadi bukti bahwa semangat, ketekunan, dan pengorbanan mampu membuka jalan bahkan di tengah bencana,” kata Ahmad Qosbi, Rabu (3/12/2025). (hm25)


















