Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Cuaca Ekstrem Mengintai Sumut Malam Ini: Hujan Lebat dan Petir Ancam Puluhan Wilayah

Mistar.idSenin, 19 Januari 2026 pukul 21.45 WIB
cuaca_ekstrem_mengintai_sumut_malam_ini_hujan_lebat_dan_petir_ancam_puluhan_wilayah

Ilustrasi, Cuaca Ekstrem Mengintai Sumut Malam Ini: Hujan Lebat dan Petir Ancam Puluhan Wilayah. (foto:bmkg/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Warga Sumatera Utara (Sumut) diminta meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumut mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada Senin (19/1/2026) pukul 19.50 WIB, menyusul potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan petir di puluhan kabupaten/kota.

BMKG memperkirakan hujan mulai terjadi sekitar pukul 20.20 WIB dan berpotensi berlangsung hingga 23.20 WIB. Cuaca ekstrem ini tidak hanya mengancam wilayah pegunungan dan pedalaman, tetapi juga kawasan perkotaan padat penduduk.

Wilayah yang Berpotensi Terdampak

Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak hujan lebat disertai petir meliputi Kabupaten Langkat (Salapian, Sei Bingei, Kutambaru), Deli Serdang (Sibolangit, Kutalimbaru, Pancur Batu, Sunggal), Simalungun (Tapian Dolok), Labuhanbatu (Panai Tengah), Labuhanbatu Selatan (Kampung Rakyat, Torgamba), serta Labuhanbatu Utara (Na IX–X, Aek Natas, Kualuh Selatan).

Selain itu, BMKG menyebut potensi hujan dapat meluas ke wilayah lain seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Karo, Asahan, Toba, Serdang Bedagai, Padang Lawas Utara, hingga wilayah perkotaan termasuk Kota Medan, Binjai, dan Pematangsiantar.

Di Kota Medan, kecamatan yang masuk zona waspada antara lain Medan Sunggal, Helvetia, Tuntungan, Amplas, Johor, Baru, dan Selayang.

Fakta Penting: Hujan Singkat Berintensitas Tinggi Lebih Berisiko

BMKG menekankan, hujan dengan durasi singkat namun intensitas tinggi berpotensi menimbulkan dampak serius. Kondisi ini dapat memicu banjir lokal, genangan cepat, tanah longsor, hingga pohon tumbang dan gangguan listrik akibat sambaran petir.

Wilayah seperti Bahorok dan Sei Bingei di Langkat, serta kawasan perbukitan di Karo dan Simalungun, dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi.

Kenapa Cuaca Ekstrem Kian Sering Terjadi?

Secara klimatologis, meningkatnya kejadian cuaca ekstrem di Sumatera Utara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

- Tingginya pembentukan awan konvektif pada sore hingga malam hari

- Kondisi atmosfer yang semakin lembap

- Dampak perubahan iklim global dan alih fungsi lahan

Kombinasi faktor tersebut membuat hujan lebat disertai petir terjadi lebih luas dan sulit diprediksi.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengambil langkah antisipatif, seperti:

- Menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan petir

- Tidak berteduh di bawah pohon atau baliho

- Mewaspadai potensi banjir dan longsor

- Terus memantau informasi resmi dari BMKG

Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah rawan bencana.

Penutup: Peringatan dini ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem kini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan dan aktivitas masyarakat. Kewaspadaan dan kesiapan bersama diharapkan dapat meminimalkan risiko dampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara.

(berbagaisumber/bmkg/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN