Bupati Apresiasi Karang Taruna Asahan Aktif jadi Penggerak Sosial dan Pemberdayaan

Penyerahan penghargaan kepada sejumlah tokoh pada kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna di Asahan. (foto: perdana/mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Karang Taruna yang dinilainya berperan aktif sebagai penggerak sosial dan pemberdayaan masyarakat. Hal itu ia sampaikan pada Peringatan Bulan Bakti Karang Taruna ke-65 yang digelar di Aula Melati, Kantor Bupati Asahan, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Asahan, unsur Forkopimda, pengurus Karang Taruna Provinsi Sumatera Utara, OPD, camat, lurah, kepala desa, serta perwakilan Karang Taruna dari berbagai kabupaten/kota.
Dalam kesempatan itu, Taufik menegaskan Karang Taruna telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun solidaritas, kreativitas, dan kepedulian sosial di tingkat desa dan kelurahan.
“Gerakan Karang Taruna selama ini tidak hanya menguatkan nilai kebersamaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghargaan, Pemkab Asahan memberikan bantuan sosial dan piagam kepada pengurus, camat, dan kepala desa yang dinilai aktif menjalankan program pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas.
Ketua Karang Taruna Asahan, Yasir Ul Haque, menyambut positif dukungan pemerintah dan mengajak para pemuda semakin produktif melalui tema 'Pemuda Peduli — Bersatu Berkarya untuk Asahan Maju'. Ia menilai kehadiran pemerintah daerah dalam setiap program Karang Taruna menjadi energi positif bagi para kader.
“Apresiasi ini bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga pengingat bahwa peran pemuda sangat dibutuhkan dalam pembangunan sosial,” katanya.
Yasir menegaskan Karang Taruna terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai aksi nyata, mulai dari bakti sosial, pendampingan warga rentan, program lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi kreatif. Menurutnya, nilai gotong royong dan kepedulian sosial harus terus ditanamkan agar pemuda tidak sekadar menjadi penonton, tetapi menjadi aktor perubahan. (hm24)



















