Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

BNPB Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah Pasca-Longsor di Pakpak Bharat

Mistar.idSelasa, 3 Maret 2026 20.27
journalist-avatar-top
SM
bnpb_serahkan_bantuan_perbaikan_rumah_pascalongsor_di_pakpak_bharat

Wakil Bupati Pakpak Bharat, Mutsyuhito Solin menyetahkan bantuan stimulan bagi korban bencana.(foto: sampang/mistar)

news_banner

Pakpak Bharat, MISTAR.ID

Dalam upaya mempercepat pemulihan pasca-bencana longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Pakpak Bharat, Pemerintah Pusat melalui Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) memberikan bantuan perbaikan rumah rusak akibat bencana hidrometerologi secara simbolis. Bantuan diserahkan oleh Wakil Bupati Pakpak Bharat, Mutsyuhito Solin, di ruang rapat Garuda, kantor Bupati Pakpak Bharat, Selasa (3/3/2026).

Penyerahan bantuan ini dilaksanakan serentak di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tahap II dipusatkan di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Mutsyuhito Solin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Pakpak Bharat, perwakilan BNPB Ali Rahman, ST., MA., dan sejumlah undangan lainnya mengikuti kegiatan ini melalui aplikasi virtual Zoom Meeting di ruang rapat Garuda, kantor Bupati Pakpak Bharat.

Penanggulangan bencana ini merupakan hasil sinergi semua pihak, baik pemerintah, TNI, Polri, maupun masyarakat. Ali Rahman menyampaikan apresiasinya:

“Kami dengar Pakpak Bharat sempat terisolasi, namun berkat sinergitas kita semua, akhirnya bisa teratasi. Bantuan ini khusus untuk perbaikan rumah, tidak boleh digunakan untuk hal lain, termasuk membeli sepeda motor. Bantuan diterima utuh, tanpa pajak atau potongan administrasi dari bank. Kami sadar bantuan ini belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan bapak dan ibu, namun diharapkan menjadi dorongan untuk bangkit kembali pasca-bencana,” jelas Ali Rahman.

Sementara itu, Mutsyuhito Solin menjelaskan, dalam peristiwa bencana hidrometerologi beberapa waktu lalu, wilayah Kabupaten Pakpak Bharat mengalami 152 titik longsor dan sempat terisolasi.

“Dengan segala keterbatasan, termasuk kekurangan peralatan dan kelangkaan BBM, kami terus berupaya menangani dampak bencana. Korban jiwa tercatat dua orang, dan terjadi kemacetan parah selama sekitar 10 hari. Namun berkat kesiapan BPBD dan dukungan semua pihak, situasi akhirnya dapat diatasi. Hari ini kami menerima bantuan ini, semoga menjadi penghibur bagi para korban terdampak,” ujar Mutsyuhito Solin.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pakpak Bharat, Augusman Padang, menjelaskan bahwa ada enam Kepala Keluarga (KK) yang menerima bantuan stimulan dari pemerintah. Rinciannya, lima KK mengalami kerusakan sedang dengan total bantuan Rp150 juta, dan satu KK mengalami kerusakan ringan sebesar Rp15 juta, sehingga total bantuan mencapai Rp165 juta.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN