Bansos di Toba Diklaim Transparan, Dinsos: Data yang Belum Akurat

Kadis Sosial Toba, Lalo Hartono Simanjuntak. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Toba memastikan penyaluran bantuan sosial (Bansos) dilakukan secara transparan. Pada prosesnya, data yang diterima Dinsos belum akurat.
Kadis Dinsos Toba, Lalo Hartono Simanjuntak, mengatakan kendala selama ini ada di pendataan dari tingkat desa terkait kesejahteraan ekonomi.
“Data untuk kategori sejahtera dan miskin (desil) belum akurat diberikan ke Dinsos. Sebab, penjaringan masyarakat sebagai penerima Bansos dilaksanakan oleh pemerintah desa. Kemudian disampaikan kepada kita,” kata Lalo, Jumat (17/4/2026).
Lalo kemudian menjelaskan alur penetapan data penerima Bansos. "Setelah data dari desa diterima oleh Dinsos, maka dinas melakukan survei ke desa tersebut untuk memastikan benarkah masyarakat menerima Bansos,” tuturnya.
Dilanjutkannya, "tentu saja data yang disampaikan oleh pihak desa untuk penerimaan Bansos saja yang disurvei oleh dinas untuk penjaringan dalam pengelompokan warga termiskin sampai warga miskin ektrem," ucap Kadis.
Setelah data penerima Bansos divalidasi oleh dinas, maka data tersebut segera dikirimkan ke pemerintah pusat untuk ditetapkan sebagai masyarakat yang layak menerima Bansos.
Setelah data dikirim ke pemerintah pusat, banyak warga yang datang ke dinas dan menyatakan bahwa ia layak menerima Bansos.
"Kami tetap melayaninya, meskipun tidak terlaksana secara maksimal. Mengingat kondisi anggaran Dinsos sedang tahap efisiensi," tuturnya.
Saat ini, upaya Dinsos untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di Kabupaten Toba sebatas pemberian bantuan sandang dan pangan. (Nimrot)
PREVIOUS ARTICLE
Kabel Semrawut Dikeluhkan Warga Sidikalang




















