Balita Deli Serdang Derita Kebocoran Jantung, Arisha Zainabba Butuh Uluran Tangan Dermawan

Seorang balita berusia dua tahun asal Deli Serdang, Arisha Zainabba Nasution, berjuang menghadapi masa kritis akibat penyakit kebocoran jantung bawaan yang dideritanya. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Seorang balita berusia dua tahun asal Deli Serdang, Arisha Zainabba Nasution, kini tengah berjuang menghadapi masa-masa kritis akibat penyakit kebocoran jantung bawaan yang dideritanya. Anak dari pasangan Zulfikar Nasution, 32, dan Rohana Boru Barus, 30, ini didiagnosis mengalami VSD perimembran inlet-outlet dengan pulmonary hypertension ringan hingga sedang.
Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan cairan dan aliran darah berlebih yang kini mulai berdampak serius pada paru-parunya. Sejak lahir, Arisha harus berjuang untuk bisa bernapas secara normal. Akibat kebocoran sekat jantung (large VSD) ini, ia kerap mengalami sesak napas saat tidur sehingga orang tuanya harus selalu menyediakan tabung oksigen di rumah.
Tidak hanya itu, aktivitas Arisha juga terganggu karena harus menggunakan selang NGT untuk menyalurkan susu khusus. Hal itu lantaran ia sering memuntahkan apa yang diminumnya, membuat berat badannya sangat sulit untuk naik.
Ayah Arisha, Zulfikar, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan dari dokter spesialis jantung anak di RSUP H. Adam Malik Medan dan Rumah Sakit Jantung Jakarta, tindakan operasi penutupan kebocoran jantung idealnya dilakukan sebelum Arisha menginjak usia dua tahun. Namun, keterbatasan biaya membuat kedua orang tuanya baru bisa membawa Arisha ke Jakarta saat ini.
“Selama hampir dua tahun ini kami sudah berupaya untuk pengobatannya dan baru saat ini bisa dibawa ke Jakarta,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).
Zulfikar sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas di sebuah pabrik sabun di Patumbak dengan upah setingkat UMR Deli Serdang. Sementara sang istri fokus merawat Arisha yang membutuhkan pengawasan penuh siang dan malam.
Meski biaya pengobatan utama dan tindakan operasi telah diakomodasi oleh BPJS Kesehatan, keluarga yang tinggal di Dusun II Desa Lantasan Lama, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, ini mengaku kewalahan memenuhi kebutuhan penunjang lainnya. Tiket keberangkatan ke Jakarta pun berhasil didapatkan dari bantuan kerabat dan para dermawan.
Mereka masih membutuhkan uluran tangan untuk menutup biaya operasional yang tidak ditanggung BPJS selama setidaknya tiga bulan proses pengobatan di Jakarta. Seperti biaya akomodasi yang mencakup biaya hidup ibu dan dua orang pendamping selama proses persiapan hingga pascaoperasi di Jakarta.
Kemudian, nutrisi dan medis tambahan mencakup susu nutrisi khusus, popok (pampers), vitamin, obat tambahan penguras cairan, serta persediaan oksigen darurat. Lalu biaya kontrol rutin harian serta tiket kepulangan kembali ke Sumut untuk Arisha dan pendampingnya. (hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER
























