Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Antrean Pengisian BBM di SPBU Kisaran Mendadak Hilang

Mistar.idSelasa, 10 Maret 2026 10.19
journalist-avatar-top
PR
antrean_pengisian_bbm_di_spbu_kisaran_mendadak_hilang

Sejumlah kendaraan mengantre di SPBU Kisaran untuk membeli bahan bakar. Tidak ada antrean panjang lagi di sejumlah lokasi. (foto: Perdana/mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, yang sempat terjadi beberapa hari terakhir kini mulai menghilang. Kondisi pengisian BBM berangsur normal dan tidak lagi terlihat antrean mengular seperti sebelumnya.

Pantauan wartawan di SPBU 14.212.220 yang berada di Jalan Cokroaminoto Kisaran, Selasa (10/3/2026), menunjukkan aktivitas pengisian bahan bakar berlangsung lancar. Kendaraan yang datang langsung bisa melakukan pengisian tanpa harus menunggu lama.

Situasi tersebut berbeda dengan kondisi beberapa hari sebelumnya ketika antrean kendaraan terlihat panjang hingga ke badan jalan. Saat itu, banyak warga memilih mengisi BBM lebih awal karena khawatir terjadi kelangkaan.

Salah seorang warga Kisaran, Andi, 34 tahun, mengatakan dirinya sempat ikut mengantre beberapa hari lalu karena khawatir stok BBM akan berkurang.

“Waktu itu ramai sekali. Banyak yang takut BBM habis karena ada kabar konflik di Timur Tengah. Jadi banyak yang memilih isi penuh tangki kendaraan,” ujarnya.

Namun, menurutnya, saat ini kondisi di SPBU sudah kembali normal dan masyarakat tidak lagi melakukan pembelian secara berlebihan.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Rudi, 41 tahun, yang menilai kepanikan masyarakat beberapa hari lalu terjadi karena kekhawatiran yang berlebihan.

“Sekarang sudah biasa saja. Isi BBM juga tidak perlu antre lama lagi seperti kemarin,” tuturnya.

Pekerja SPBU di Kisaran juga mengakui situasi pengisian BBM saat ini sudah kembali stabil. Antrean panjang kendaraan tidak lagi terlihat karena masyarakat mulai membeli BBM secara normal sesuai kebutuhan.

Bahkan di beberapa SPBU lain di Kisaran, seperti di kawasan Jalan Imam Bonjol, suasana pengisian BBM terlihat relatif lengang tanpa antrean kendaraan.

Sebelumnya, meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah sempat memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan terganggunya pasokan bahan bakar. Kondisi tersebut membuat sebagian warga melakukan pembelian BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan tidak ada kelangkaan BBM di wilayah Sumatera Utara. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan membeli bahan bakar sesuai kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, kepanikan justru dapat memicu antrean panjang dan membuat distribusi BBM terlihat seolah-olah terganggu. Pemerintah berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam melakukan pembelian BBM agar pasokan tetap stabil dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat secara merata.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN