Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Anggota DPRD Deli Serdang Kecam Dugaan Perbuatan Cabul Pengasuh Pondok Tahfidz di Sei Mencirim

Mistar.idSelasa, 6 Januari 2026 19.12
journalist-avatar-top
AS
anggota_dprd_deli_serdang_kecam_dugaan_perbuatan_cabul_pengasuh_pondok_tahfidz_di_sei_mencirim_

Anggota Komisi IV, DPRD Deli Serdang Fraksi PKB, M Hasan Elkholqiah. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang, Dr Muhammad Hasan Elkholqiah, menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras dugaan tindakan tidak bermoral yang dilakukan oleh oknum pengasuh pondok tahfidz di Desa Sei Mencirim, AM.

Anggota komisi IV fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai perbuatan tersebut tidak hanya melukai korban dan keluarga, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan berbasis agama.

Menurutnya, lembaga pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman dan bermartabat bagi anak-anak dalam menuntut ilmu. “Kami mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

Ia juga menegaskan DPRD Kabupaten Deli Serdang berkomitmen untuk memperkuat pengawasan terhadap seluruh lembaga pendidikan, khususnya yang berbasis keagamaan, guna memastikan perlindungan maksimal bagi anak-anak.

Selain itu, Hasan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah dunia pendidikan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

"Mari kita jaga bersama dunia pendidikan kita. Jika melihat ada kejanggalan di dunia pendidikan laporkan segera ke aparat pemerintah maupun penegak hukum," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, salah satu Pondok Tahfidz di Desa Sei Mencirim dirubuhkan warga, Minggu (4/1/2026) malam. Pasalnya, pengasuh di Pondok tersebut, AM diduga mencabuli santriwati berinisial N.

Menurut salah seorang warga, Hendro, terungkapnya perbuatan AM saat N mengeluh ke orang tuanya untuk tidak kembali ke pondok pasca libur. Permintaan itu pun dicurigai pihak keluarga hingga remaja yang duduk di bangku kelas 1 SMA itu buka suara.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN