Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Amankan Nataru, Polres Binjai Dirikan Enam Pos Pam dan Satu Pos Yan

Mistar.idJumat, 19 Desember 2025 20.40
journalist-avatar-top
BD
amankan_nataru_polres_binjai_dirikan_enam_pos_pam_dan_satu_pos_yan

Kapolres Binjai AKBP Bambang C Utomo, memeriksa ratusan personel yang akan bertugas dalam Ops Lilin Toba 2025. (foto: Polres Binjai/Mistar)

news_banner

Binjai, MISTAR.ID

Polres Binjai menyiagakan 445 personel gabungan untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ratusan personel tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, serta jajaran Pemerintah Kota Binjai.

Rinciannya, sebanyak 445 personel Polri, 28 personel TNI, 28 anggota Satpol PP, dan 28 personel Dinas Perhubungan diterjunkan selama pelaksanaan pengamanan Nataru.

Selain itu, Polres Binjai juga mendirikan tujuh posko pengamanan dan pelayanan, yang terdiri dari enam Pos Pengamanan (Pos Pam) dan satu Pos Pelayanan. Pos Pam ditempatkan di Lapangan Merdeka Binjai, Jalan Veteran Kecamatan Binjai Kota, depan BSM Jalan Soekarno-Hatta Kecamatan Binjai Timur, Jalan Trob Kecamatan Binjai Utara, Tandem Pasar V Kecamatan Binjai, Pamah Simelir Desa Telagah Kecamatan Sei Bingai, serta Pantai Pangkal Desa Namotating Kecamatan Sei Bingai. Sementara Pos Pelayanan (Pos Yan) berlokasi di Simpang Megawati, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Binjai Timur.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Binjai AKBP Bambang C Utomo usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Toba 2025 di Lapangan Bhayangkara Polres Binjai, Jumat (19/12/2025) sore.

“Pada sore ini kami melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Lilin Toba 2025. Ini merupakan operasi terpusat yang juga mengedepankan misi kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut Bambang, pelaksanaan Operasi Lilin Toba tahun ini memiliki tantangan tersendiri karena bertepatan dengan kondisi pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

“Sebagian saudara-saudara kita masih terdampak bencana alam. Karena itu, dalam operasi kali ini kami lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat pertolongan dan kemanusiaan,” katanya.

Dalam apel tersebut, Kapolres juga membacakan amanat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Berdasarkan informasi BMKG, terdapat tiga sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Kondisi ini diperkuat dengan prediksi puncak musim hujan yang berlangsung pada November 2025 hingga Februari 2026, sehingga meningkatkan risiko terjadinya bencana alam.

“Situasi ini menuntut kesiapsiagaan yang lebih tinggi. Pelayanan Nataru tahun ini harus dilakukan secara ekstra, baik dari sisi pengamanan, pelayanan, maupun respons cepat di lapangan, demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ucapnya. (hm24)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN