247 Calon Jemaah Haji Asahan Jalani Tes Kebugaran, Antisipasi Cuaca Ekstrem di Tanah Suci

Pemeriksaan kesehatan calon haji Asahan. (foto: Istimewa / Mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Sebanyak 247 jemaah calon haji asal Kabupaten Asahan menjalani pemeriksaan kebugaran jasmani sebagai bagian dari persiapan keberangkatan ibadah haji tahun 2026 M/1447 H. Kegiatan ini digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan.
Pemeriksaan kebugaran menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan fisik para jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci, mengingat ibadah haji merupakan rangkaian ibadah yang membutuhkan kondisi tubuh prima.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Hari Sapna, mengatakan pemeriksaan kebugaran jasmani merupakan bagian dari standar pelayanan kesehatan bagi jemaah calon haji.
“Ibadah haji adalah ibadah fisik yang membutuhkan kondisi tubuh sehat dan bugar. Oleh karena itu, para jemaah harus mempersiapkan diri sejak dini melalui latihan fisik dan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, pemeriksaan kebugaran dilakukan melalui serangkaian tes lapangan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu, mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016.
Adapun rangkaian pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, pengisian formulir kesehatan (PAR-Q), konsultasi dokter, serta uji kebugaran menggunakan metode Rockport dengan berjalan kaki sejauh 1.600 meter mengelilingi kawasan rumah dinas bupati.
“Seluruh tahapan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jemaah, sehingga dapat dilakukan langkah antisipasi jika ditemukan kondisi kesehatan tertentu,” katanya.
Selain itu, pihaknya mengingatkan kondisi cuaca di Arab Saudi saat musim haji 2026 diperkirakan cukup ekstrem, dengan suhu siang hari mencapai 38 hingga 42 derajat Celsius.
Sementara itu, Wakil Bupati Asahan, Rianto, menegaskan pentingnya kesiapan fisik bagi calon jemaah haji. Ia menyebut perbedaan kondisi lingkungan antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri.
“Ibadah haji membutuhkan waktu yang cukup lama dan dilakukan di luar negeri dengan kondisi cuaca yang jauh berbeda. Oleh karena itu, para jemaah harus benar-benar mempersiapkan kesehatan dan kebugaran tubuh,” ujarnya.
Rianto juga mengingatkan potensi risiko kesehatan seperti dehidrasi dan heat stroke akibat suhu tinggi di Tanah Suci. Ia mengimbau jemaah untuk rutin berolahraga, menjaga asupan cairan, serta menggunakan perlengkapan pelindung diri yang sesuai.
“Minum air putih yang cukup, jaga stamina, dan gunakan pakaian yang tepat agar terhindar dari gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah,” katanya.
Ia berharap seluruh jemaah calon haji Kabupaten Asahan dapat menjaga kondisi kesehatan hingga waktu keberangkatan yang dijadwalkan pada Selasa, 28 April 2026 pukul 04.00 WIB.






















