Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

12 Tewas Akibat Longsor dan Banjir di Sumut: Polisi Ungkap Data Terbaru

Mistar.idRabu, 26 November 2025 pukul 15.16 WIB
12_tewas_akibat_longsor_dan_banjir_di_sumut_polisi_ungkap_data_terbaru

Ilustrasi, korban yang tewas akibat bencana longsor dan banjir di Sumut. (foto:istimewa/gwa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa hingga Rabu (26/11/2025) siang, sebanyak 12 orang terkonfirmasi meninggal dunia akibat bencana longsor dan banjir yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara.

“Data sementara, jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 12 orang, luka-luka 10 orang, dan dalam tahap pencarian 7 orang. Total keseluruhan 29 orang,” ujar Kombes Ferry.

- Tapanuli Tengah: Longsor Melanda Sejumlah Titik

Di Kabupaten Tapanuli Tengah, longsor terjadi di berbagai kecamatan, antara lain Sitahuis, Badiri, Sibabangun, Lumut, Sarudik, Tapian Nauli, Tukka, dan Pandan. Dari wilayah ini, tercatat 4 korban, dengan 3 di antaranya meninggal dunia setelah tertimbun material longsor.

- Sibolga: 5 Meninggal, 4 Masih Dicari

Di Kota Sibolga, bencana longsor menyebabkan 12 orang menjadi korban, terdiri dari 5 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka, dan 4 lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

- Tapanuli Utara: 5 Luka-Luka

Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), sebanyak 5 warga mengalami luka-luka akibat bencana serupa.

- Tapanuli Selatan: Pohon Tumbang Renggut Nyawa

Di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), peristiwa pohon tumbang menelan dua korban, dengan 1 orang dinyatakan meninggal dunia.

- Pakpak Bharat: Dua Korban Meninggal

Tanah longsor di Kabupaten Pakpak Bharat juga mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

- Humbang Hasundutan: Banjir Timpa Warga

Di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), banjir menyebabkan satu warga mengalami luka-luka.

Imbauan Kepolisian

Kombes Ferry mengimbau masyarakat di seluruh Sumatera Utara untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi memicu bencana susulan.

“Kami minta seluruh masyarakat untuk berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN