Saturday, April 5, 2025
home_banner_first
SIANTAR

Penjual Buku di Pasar Horas yang Kian Sepi, Seminggu Bisa Tak Ada Pembeli Datang

journalist-avatar-top
Selasa, 18 Juli 2023 18.05
penjual_buku_di_pasar_horas_yang_kian_sepi_seminggu_bisa_tak_ada_pembeli_datang

penjual buku di pasar horas yang kian sepi seminggu bisa tak ada pembeli datang

news_banner

Pematang Siantar, MISTAR.ID

Salah satu pasar tradisional di Kota Pematang Siantar, yakni Pasar Horas, menyediakan aneka bahan pokok makanan maupun kebutuhan rumah tangga lainnya.

Namun selain kebutuhan pokok, di pasar tradisional yang kini dikelola Perusahaan Daerah Horas Jaya (PDHJ), juga terdapat lapak para penjual buku, baik pedagang buku baru maupun buku-buku bekas.

Salah satunya adalah pedagang yang mencoba peruntungan dengan membuka lapak jualan buku, persis di gerbang masuk ke dalam pasar dari arah Jalan Sutomo.

Hidup segan, berkembang pun sudah enggan. Begitulah kira-kira gambaran yang dialami para penjual buku di Pasar Horas. Padahal, pusat pasar yang dibangun permanen sekitar tahun 1980-an berada persis di jantung kota Pematang Siantar.

Baca juga :  Toko Buku Lumenium Siantar, Komit Bertahan di Tengah Gempuran Buku Online

Sehingga dapat ditempuh menggunakan moda transportasi umum dan hanya terpaut kurang lebih 50 meter sudah bisa dijumpai halte angkutan umum.

Ditemui di kiosnya, Ananda Rizky (25) mengaku telah berjualan buku di Pasar Horas ini sudah cukup lama. Menurutnya, antusiasme warga saat buku online belum ada, masih banyak yang datang membeli aneka jenis buku.

“Dulu masih banyak peminatnya yang beli buku di Pasar Horas ini, terutama buku-buku bekas sebagai buku pelajaran untuk anak sekolah, seperti kamus, buku mata pelajaran, buku cerita ataupun novel,” ujarnya saat ditemui Mistar.id, Selasa (18/7/23) sore.

Namun sewaktu pandemi Covid-19 melanda, terdapat sejumlah penyesuaian pada kebijakan pemerintah, salah satunya instruksi untuk tetap tinggal di rumah.

Hal itu, kata Ananda, berdampak terhadap perubahan perilaku konsumen. Peralihan transaksi pembelian dari offline ke online tak bisa dihindarkan. Pemilik lapak-lapak buku cetakan biasa kelabakan bukan kepalang.

Sayangnya, meski pandemi sudah terkendali, Ananda menilai perilaku belanja online pun masih lekat dengan konsumen hingga saat ini. Hal ini memperparah usahanya serta pedagang buku lainnya.

“Dulu pas pandemi orang nggak keluar, pada beli buku lewat aplikasi online. Sekarang, nyantol ke online terus. Orang mau keluar malas. Harga di online juga lebih murah,” ujar wanita yang duduk di kursi plastik ini.

Penghasilan mereka para pedagang buku ini pun sekarang kian tak menentu. Sering lapak buku yang ia buka sejak pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB baru kedatangan pembeli lewat dari pukul 12.00 WIB.

Baca juga : Strategi Toko Buku Harmoni Bisa Tetap Bertahan di Siantar

Parahnya, ia bahkan mengaku pernah sama sekali tak ada pembeli selama seminggu. “Kita di sini kadang tak mendapatkan pembeli selama seminggu,” tuturnya. (Abdi/hm19)

REPORTER: