Sosialisasi BOP PAUD Simalungun: Semua Lembaga Kini Laporkan Dana Secara Online

Kegiatan sosialisasi pelaporan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Cut Off Dapodik Dinas Pendidikan Simalungun.(foto: Diskominfo/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Pendidikan menggelar sosialisasi pelaporan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Cut Off Dapodik di Aula Tjohan Garingging, Simalungun City Hotel, Pamatang Raya, Senin (1/12/2025). Kegiatan ini dibuka Bunda PAUD Simalungun, Ny. Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih.
Sosialisasi diikuti seluruh lembaga PAUD dan TK penerima BOP tahun 2025, sekaligus lembaga yang akan menerima pada 2026. Menurut Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Simalungun, Arismen Damanik, kegiatan ini penting karena seluruh proses perencanaan, pengelolaan, hingga pelaporan BOP kini dilakukan secara online melalui aplikasi.
“Setiap sekolah, baik negeri maupun swasta, menerima bantuan berdasarkan jumlah siswa. Pemahaman teknis sangat penting agar tidak terjadi kesalahan,” ujar Arismen. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Bank Sumut, Inspektorat Kabupaten Simalungun, dan operator Dapodik Dinas Pendidikan.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD menekankan bahwa penyaluran dana BOP sebagai alokasi khusus non-fisik menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Saat ini, terdapat 415 lembaga PAUD di Simalungun yang menerima dana tersebut.
Ia mengingatkan agar seluruh pengelola PAUD berhati-hati dan mengikuti aturan Permendikbud Nomor 63 Tahun 2022 tentang pengelolaan dana BOP. “Apabila mengalami kendala, pengelola dapat berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan atau Inspektorat,” ucapnya menambahkan. Bunda PAUD juga mengajak guru dan orang tua untuk memperkuat kerja sama demi keberhasilan pendidikan anak, termasuk memperhatikan kesehatan peserta didik.
Usai kegiatan, Arismen menjelaskan bahwa pelaporan BOP secara online berjalan lancar. “Pelaporan dilakukan online untuk BKU [buku kas umum], namun SPJ [surat pertanggungjawaban] tetap dibuat manual. Kendala biasanya sebatas human error saat penginputan, secara umum tidak ada hambatan berarti,” katanya.
Dari 415 lembaga PAUD penerima, semua sudah menerima pencairan tahap pertama. Untuk tahap kedua, lebih dari 90 persen sudah cair, dan sisanya diperkirakan akan selesai dalam minggu ini, selama tidak ada kendala pelaporan.
Jumlah PAUD aktif di Kabupaten Simalungun saat ini mencapai sekitar 430 lembaga, sehingga hampir seluruh lembaga aktif telah terakomodasi dalam daftar penerima bantuan tahun 2025. Total alokasi BOP PAUD 2025 sekitar Rp6,7 miliar, disesuaikan dengan jumlah murid di masing-masing lembaga. Proyeksi dana tahun 2026 diperkirakan tidak berubah signifikan karena skema perhitungan tetap sama.
Arismen menegaskan, syarat utama agar lembaga PAUD menerima BOP adalah sinkronisasi Dapodik per 31 Agustus setiap tahun. “Data sinkron menjadi acuan perhitungan BOP tahun berikutnya,” tuturnya mengakhiri. (hm27)



















