Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Pemko Pematangsiantar Tegaskan Komitmen Kota Inklusif di Hari Disabilitas Internasional 2025

Mistar.idMinggu, 14 Desember 2025 13.34
journalist-avatar-top
HH
pemko_pematangsiantar_tegaskan_komitmen_kota_inklusif_di_hari_disabilitas_internasional_2025

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemko Pematangsiantar, Zainal Siahaan, ketika hadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 di Pematangsiantar. (Foto : Istimewa/ mistar

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar berkomitmen bangun kota yang inklusif dan bebas diskriminasi bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas.

Komitmen bebas dari diskriminasi itu disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemko Pematangsiantar, Zainal Siahaan, pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 di GOR Suzuya Merdeka Mall, Sabtu, 13 Desember 2025.

Dalam kegiatan itu, Zainal Siahaan turut menyatakan bahwa Pemko akan terus memperkuat kebijakan dan program yang berpihak pada penyandang disabilitas, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, ketenagakerjaan, hingga pembangunan infrastruktur ramah disabilitas dan pelibatan aktif dalam perencanaan pembangunan daerah.

"Pembangunan berkelanjutan hanya dapat terwujud jika semua pihak dilibatkan tanpa ada yang tertinggal," ujar Zainal.

Pemko juga mengapresiasi Forum Peduli Disabilitas Sumatera Utara sebagai penggagas kegiatan bertema "Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan".

Tema yang diambil dalam giat tersebut juga menegaskan posisi penyandang disabilitas bukan sekadar penerima manfaat, namun subjek pembangunan dan juga agen dari perubahan.

Di Tengah Duka Sumatera, Pematangsiantar Menyalakan Harapan Disabilitas

Ketua Panitia Hari Disabilitas Internasional 2025, Erlina Sinaga, mengatakan peringatan tahun ini berlangsung dalam suasana duka akibat bencana banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.

Namun, menurutnya, peringatan tetap dilaksanakan sebagai penegasan bahwa inklusi tidak boleh berhenti dalam kondisi apa pun.

"Kami hadir bukan untuk berpesta, tetapi memastikan penyandang disabilitas tidak dilupakan, bahkan di tengah situasi tersulit," kata Erlina.

Ia juga mengapresiasi dukungan lintas sektor mulai dari perangkat daerah, perbankan, komunitas, hingga para donatur yang memungkinkan kegiatan terselenggara meski dengan keterbatasan anggaran.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 di Pematangsiantar diharapkan menjadi pengingat bersama bahwa inklusi, kepedulian, dan kemanusiaan harus terus dijaga, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi kepemimpinan dan partisipasi penyandang disabilitas dalam pembangunan kota

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN