Pensi SLBN Tebing Tinggi Tampilkan Kreativitas Siswa Difabel Sambut Hari Disabilitas Internasional

SLBN Tebing Tinggi menggelar Pensi (foto: Damanik/Mistar)
Tebing Tinggi, MISTAR.ID
Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Tebing Tinggi menggelar pentas seni (Pensi) unjuk kreativitas di halaman Sekolah SLBN, Jalan Pulau Buru, Kelurahan Tualang, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi, Rabu (10/12/2025).
Kegiatan pensi yang bertajuk "Membangun Generasi Mandiri Kreatif dan Bermasyarakat" ini berkaitan dengan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada (3/12/2025).
Acara dihadiri oleh Cabdis Pendidikan Wilayah III Seniyoren Manik, UPTD Bilaguna Sumut Sersan Malau, ratusan siswa SLBN dan orang tua siswa. Tampak para siswa-siswi berkebutuhan khusus tampil semangat dan ceria memperagakan seni di hadapan para tamu undangan.
Sebelumnya, Kepala Sekolah SLBN Tebingtinggi Rasita Tarigan menyampaikan, pensi ini digelar terlambat karena saat itu siswa-siswi ujian.
"Anak yang dianggap mempunyai kelemahan selalu bergantung dan tidak mampu bersaing, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Yang sering menjadi penghalang bukanlah keterbatasan melainkan kurangnya kesempatan, kepercayaan, dan dukungan talenta di masa depan. Teruslah belajar, mencoba, dan teruslah bermimpi," ungkapnya.
Anak-anak tidak tumbuh hanya dari sekolah, tetapi mereka tumbuh dari kerja sama antara sekolah dan lingkungan.
"Guru berperan menumbuhkan kemampuan dan karakter di sekolah, orang tua juga menguatkan dari rumah dengan kasih sayang. Jika kita berjalan bersama, maka anak-anak kita akan tumbuh sebagai generasi yang tangguh, mandiri, kreatif, dan mampu bermasyarakat dengan baik," ucapnya.
Ia mengajak orang tua siswa memberitahukan kepada warga yang mempunyai anak disabilitas agar menyekolahkan ke SLBN Tebing Tinggi.
"Kalau misalnya ada ibu lihat tetangga kita yang mempunyai anak disabilitas, tunjukkanlah sekolah kita, SLB, siap untuk mendidik anak-anak yang berkebutuhan khusus," harapnya.
Dijelaskannya, SLBN Tebingtinggi ada lima ketunaan yang dididik di antaranya, tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa dan anak autis. Sedangkan jumlah siswa SD 63 orang dan SMP 49 orang, totalnya 111 siswa.
Salah satu orang tua siswa mengapresiasi semangat para pengajar di SLBN karena putranya yang saat ini kelas 2 SD mengalami perkembangan yang baik setelah sekolah di SLBN dan diajar oleh guru-guru yang baik dan sabar.
"Selama sekolah di sini, alhamdulillah ada sedikit perkembangan. Yang mulanya dia tidak mengerti, sekarang sudah mengerti sedikit-sedikit walaupun belum sepenuhnya," ucapnya.





















