Musim Kemarau, Karhutla Simalungun Hanguskan 4 Hektare Lahan

Petugas BPBD Simalungun saat memadamkan api yang membakar lahan di Gunung Maligas, Simalungun. (foto:BPBD Simalungun/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Simalungun. Belakangan, kejadian ini muncul di Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas. Kobaran api dilaporkan cepat meluas akibat kondisi angin kencang yang melanda kawasan tersebut.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Simalungun, Victor Purba, mengatakan angin kencang menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api ke sejumlah titik lahan di sekitarnya. "Kondisi angin kencang menyebabkan kobaran api dengan cepat menjalar," ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Berdasarkan pendataan awal, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar empat hektare. Peristiwa ini terjadi dua hari lalu di wilayah Gunung Maligas.
"Lahan yang terbakar sekitar empat hektare, di tempat itu ditumbuhi berbagai tanaman pohon bambu, ubi, sawit, dan tanaman liar yang tumbuh di lahan yang tidak terawat," ucap Victor.
Victor menjelaskan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari aktivitas manusia. Ia menyebut api kemungkinan dipicu dari pembakaran sampah atau puntung rokok yang dibuang sembarangan.
"Polanya hampir sama dengan kejadian sebelumnya, seperti di Parapat. Ada juga informasi kebakaran di kawasan korem, tepatnya di lapangan tembak, yang diduga berasal dari pembakaran ban bekas hingga akhirnya menjalar," katanya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca yang panas dan kering saat ini turut memperbesar risiko kebakaran serta mempercepat penyebaran api di lapangan.
Untuk itu, BPBD Simalungun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah musim kemarau dan angin kencang.
"Kami mengimbau warga tidak sembarangan membakar sampah maupun membuang puntung rokok. Situasi saat ini sangat rawan, dedaunan sangat kering, gampang tersulut api," kata Victor.
BPBD Simalungun juga terus melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi potensi kebakaran baru yang dapat mengakibatkan meluasnya lahan yang terbakar, seiring kondisi cuaca kering yang masih berlangsung. (hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER




















