Lonjakan Penumpang Lebaran Tahun Ini Jadi Rekor Tertinggi di Penyeberangan Ajibata

Antrean kendaraan di Pelabuhan Ajibata menuju Samosir pada momen lebaran 2026. (foto: istimewa/mistar)
Toba, MISTAR.ID
Masa angkutan Lebaran 2026 di penyeberangan Ajibata–Ambarita resmi berakhir, dengan capaian trafik yang mencatat lonjakan signifikan. Penutupan periode ini ditandai dengan penyesuaian jam operasional kapal yang hanya berlayar hingga pukul 18.00 WIB sejak, Senin (30/3/2026), dari sebelumnya melayani hingga dini hari.
Selama periode 11 hingga 29 Maret 2026, total pergerakan penumpang dan kendaraan di lintasan strategis menuju Pulau Samosir ini menunjukkan tren peningkatan tajam. Tercatat 75.078 penumpang menyeberang, dengan total kendaraan campuran mencapai 18.200 unit.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Danau Toba, Nikson Ambarita, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan efektivitas pengelolaan transportasi penyeberangan selama musim mudik dan libur Lebaran.
"Koordinasi lintas sektor berjalan sangat baik, sehingga arus penyeberangan tetap lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa," ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat berkunjung ke Kabupaten Samosir sebagai salah satu destinasi unggulan di Sumatera Utara, turut menjadi faktor utama peningkatan trafik. Kebijakan stimulus yang diterapkan juga dinilai berhasil mendorong mobilitas wisatawan.
Berdasarkan data posko, pergerakan dari Ajibata menuju Ambarita selama periode H-10 hingga H+7 mencapai 39.756 penumpang. Untuk kendaraan, tercatat roda empat dan enam sebanyak 7.816 unit serta sepeda motor 1.814 unit, sehingga total kendaraan campuran mencapai 9.630 unit.
Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025, angka tersebut mengalami kenaikan drastis. Tahun lalu, jumlah penumpang tercatat 23.454 orang dengan sekitar 6.000 unit kendaraan campuran.
Sementara itu, arus balik dari Ambarita menuju Ajibata juga mengalami peningkatan signifikan. Jumlah penumpang mencapai 35.322 orang, dengan kendaraan roda empat dan enam sebanyak 6.877 unit. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 20.710 penumpang dan 5.074 unit kendaraan campuran.
Puncak arus penyeberangan terjadi pada 24 Maret 2026 atau H+3 Lebaran. Pada hari tersebut, jumlah kendaraan campuran dari Ajibata menuju Samosir mencapai 863 unit. Di waktu yang sama, arus balik juga memuncak dengan 893 unit kendaraan.
Meski terjadi lonjakan trafik yang cukup tinggi, operasional penyeberangan tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti. Keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari otoritas pelabuhan, kepolisian, TNI, hingga pemerintah daerah.
Manajemen ASDP menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam menjaga kelancaran arus transportasi selama periode Lebaran. "Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh stakeholder dalam memastikan keselamatan pelayaran serta kenyamanan masyarakat selama libur Lebaran," kata Nikson.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















