Friday, October 16, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Kabut Asap, Nakhoda Diminta Periksa Perkembangan Cuaca di Danau Toba Sebelum Berlayar

Mistar.idJumat, 16 Oktober 2026 pukul 11.37 WIB
kabut_asap_nakhoda_diminta_periksa_perkembangan_cuaca_di_danau_toba_sebelum_berlayar

Kabut asap menutupi Danau Toba. (foto: dokumentasi warga/mistar)

Toba, MISTAR.ID - Nakhoda kapal penyeberangan di Danau Toba harus lebih cermat membaca kondisi perairan, menyusul kabut asap yang membuat jarak pandang di sejumlah titik kurang dari satu kilometer.

Data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan pada 15 Oktober 2026 mencatat jarak pandang di kawasan Danau Toba berkisar 1–3 kilometer. Di beberapa lokasi, jarak pandang bahkan kurang dari satu kilometer akibat sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi itu mendorong Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (KSOPP) Danau Toba mengeluarkan surat edaran keselamatan pelayaran pada 15 Oktober 2026.

Plt Kepala KSOPP Danau Toba, Torra Hasugian, meminta nakhoda memeriksa perkembangan cuaca sebelum berlayar dan terus memantaunya selama perjalanan. Komunikasi dengan KSOPP dan Vessel Traffic Service (VTS) Ajibata juga harus dijaga.

Nakhoda diminta saling bertukar informasi apabila menemukan potensi bahaya di perairan. Koordinasi dengan syahbandar dan Basarnas juga perlu dilakukan sesuai kebutuhan.

Imbauan serupa disampaikan ASDP Cabang Danau Toba kepada nakhoda KMP Ihan Batak, KMP Pora-pora, dan KMP Kaldera Toba. Perusahaan meminta awak kapal meningkatkan pengawasan dari anjungan dan menggunakan perangkat navigasi sesuai kondisi pelayaran.

Perangkat yang menjadi perhatian antara lain radar, Electronic Chart Display and Information System (ECDIS), GPS plotter, dan teropong.

General Manager ASDP Cabang Danau Toba, Ellenor Piri, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi kabut asap bersama KSOPP dan instansi terkait. Jika keadaan tidak memungkinkan untuk berlayar dengan aman, keberangkatan kapal dapat ditunda.

"Nakhoda dan awak kapal diminta mengoptimalkan perangkat navigasi, serta menjaga koordinasi dengan tim darat dan otoritas pelayaran," ujar Ellenor, Jumat (16/10/2026).

Nakhoda KMP Ihan Batak, Harto Samosir, mengakui hal serupa. Jarak pandang yang terbatas menuntut awak kapal lebih fokus mengamati perairan dan lingkungan.

"Jarak pandang terbatas, harus ebih waspada. Perangkat navigasi digunakan sesuai kebutuhan dan kondisi operasional kapal," kata Harto.

ASDP meminta penumpang memantau jadwal dan informasi operasional sebelum berangkat menuju Samosir. Jika ada penundaan, pengguna jasa diminta mengikuti keputusan petugas.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN