Kemenhaj Pematangsiantar: Belum Ada Imbauan Penundaan Keberangkatan Umrah

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pematangsiantar, Luhut Ritonga. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID – Pemerintah Indonesia hingga kini belum mengeluarkan larangan atau imbauan penundaan keberangkatan jemaah umrah ke Arab Saudi di tengah konflik Timur Tengah, Jumat (16/10/2026).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pematangsiantar, Luhut Ritonga, mengatakan pemerintah masih memantau perkembangan situasi geopolitik di kawasan tersebut dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Tanah Suci.
"Sampai hari ini kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan otoritas Arab Saudi. Belum ada keputusan resmi melarang atau mengimbau penundaan perjalanan ke sana," tutur Luhut kepada Mistar.
Meski belum ada imbauan penundaan, pemerintah meminta calon jemaah umrah lebih selektif dalam memilih rute penerbangan. Jemaah disarankan menggunakan penerbangan langsung menuju Madinah atau Jeddah, juga menghindari transit di negara-negara yang berpotensi terdampak konflik.
"Kemenlu RI dan kami di Kemenhaj mengimbau agar jemaah Indonesia memilih penerbangan direct ke Madinah atau Jeddah. Otoritas Kerajaan Saudi Arabia sendiri sejauh ini memastikan situasi dan kondisi di kawasan ibadah tetap aman serta kondusif bagi jemaah umrah," ujarnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri agar konflik tidak berkembang menjadi perang terbuka yang lebih luas. Menurutnya, konflik berkepanjangan berpotensi mengganggu aktivitas ibadah umat Islam di Tanah Suci.
"Kami berharap semua pihak bisa menahan diri. Perang terbuka hanya akan merugikan semua pihak. Cepat atau lambat pasti berdampak pada aktivitas ibadah umat Islam di Tanah Suci," katanya lagi.[]
PREVIOUS ARTICLE
Kabut Asap, Nakhoda Diminta Periksa Perkembangan Cuaca di Danau Toba Sebelum Berlayar






















































