Friday, October 16, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Sekolah di Pematangsiantar Beralih ke PJJ Akibat Kabut Asap

Mistar.idJumat, 16 Oktober 2026 pukul 08.37 WIB
sekolah_di_pematangsiantar_beralih_ke_pjj_akibat_kabut_asap

Humas SMAN 2 Pematangsiantar, Salomo Krisman Silalahi. (Foto: Abdi/Mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID – SMA Negeri 2 Pematangsiantar mulai beralih ke sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena kabut asap semakin pekat. Sesuai Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara, pembelajaran daring dilaksanakan pada 16-21 Oktober 2026.

Plt Kepala SMAN 2 Pematangsiantar, Rosmelyn Damanik, mengatakan kesehatan dan keselamatan siswa serta guru menjadi prioritas di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk. Meski demikian, sekolah tetap berupaya memastikan proses pembelajaran berjalan.

“Udara memang lagi buruk, tapi hak anak-anak untuk mendapat pelajaran harus tetap jalan. Kita sudah minta semua guru menyiapkan metode PJJ yang terstruktur supaya anak-anak tidak ketinggalan materi,” kata Rosmelyn kepada Mistar, Jumat (16/10/2026).

Selama penerapan PJJ, Rosmelyn meminta orang tua mengawasi aktivitas anak di rumah. Menurutnya, kerja sama antara sekolah dan keluarga diperlukan agar siswa tetap disiplin mengikuti jadwal pembelajaran.

"Peran orang tua krusial sekali di situasi seperti ini. Kami harap kerja sama berjalan baik supaya anak tetap disiplin ikut jadwal PJJ dari rumah dan tidak ke luar rumah tanpa perlindungan," tuturnya.

Humas SMAN 2 Pematangsiantar, Salomo Krisman Silalahi, mengatakan pelaksanaan PJJ tidak boleh hanya berisi pemberian tugas. Sekolah tetap perlu menjaga kualitas interaksi dan proses belajar siswa.

Ia juga mengakui masih ada siswa yang menghadapi kendala perangkat maupun jaringan internet. Karena itu, sekolah menyiapkan solusi alternatif bagi siswa yang mengalami kesulitan tersebut.

“Intinya, PJJ ini solusi darurat demi kesehatan. Tapi kualitas belajar jangan sampai menurun. Kalau ada siswa kesulitan perangkat atau sinyal, sekolah bakal kasih solusi alternatif. Semua anak harus tetap bisa belajar,” ucap Salomo.

Salomo menambahkan, informasi mengenai jadwal, pembagian materi, hingga mekanisme pengumpulan tugas akan disampaikan melalui kanal resmi sekolah agar tidak terjadi kesimpangsiuran.

Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus Anggota Dewan Pendidikan Kota Pematangsiantar, Edward Simarmata, menilai peralihan pembelajaran ke sistem daring merupakan langkah jangka pendek untuk melindungi siswa dari paparan kabut asap.

Dilanjutkannya, pemerintah daerah dan pihak terkait agar tidak hanya berfokus pada perubahan sistem belajar, tetapi juga menangani penyebab kabut asap.

“Anak-anak memang harus diselamatkan dari bahaya ISPA gara-gara asap. Tapi pemda dan pihak terkait juga jangan lepas tangan soal pemicu kebakaran hutan dan lahan. Pemantauan kualitas udara harus selalu dibuka ke publik supaya keputusan PJJ benar-benar pas sasaran dan terukur,” kata Edward.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN