Friday, October 16, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Mendikdasmen: Pendidikan Berkualitas Harus Padukan Olah Pikir dan Rasa

Mistar.idJumat, 16 Oktober 2026 pukul 08.57 WIB
mendikdasmen_pendidikan_berkualitas_harus_padukan_olah_pikir_dan_rasa

Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia 2026, di Gedung Sopo Partungkoan, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (15/10/2026). (Foto: Dok. MPK)

Tapanuli Utara, MISTAR.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan pendidikan berkualitas tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual. Pendidikan juga harus membentuk karakter, kerendahan hati, empati, dan kepedulian sosial peserta didik.

Hal itu disampaikan Abdul Mu'ti saat menjadi pembicara utama dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia 2026, di Gedung Sopo Partungkoan, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (15/10/2026).

“Pendidikan yang berkualitas harus memadukan olah pikir dan olah rasa. Kita ingin melahirkan generasi cerdas yang memiliki kerendahan hati, empati, dan kepedulian sosial. Sejalan dengan tema Fructus in Altum, kami berharap MPK terus memperkuat sinergi dengan Kementerian untuk menyiapkan generasi Indonesia yang unggul dan berkarakter,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurut Abdul Mu'ti, MPK telah memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan nasional, termasuk memperluas akses pendidikan tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama.

Rakernas V MPK di Indonesia mengangkat tema “Fructus in Altum: Transformasi Sekolah Kristen”. Kegiatan berlangsung hingga 18 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti ratusan pengurus MPK, yayasan, kepala sekolah, serta pemangku kepentingan pendidikan.

Dalam rakernas tersebut, peserta juga membahas evaluasi program kerja MPK 2026 dan arah kebijakan pendidikan Kristen pada 2027. Selain itu, agenda mencakup penguatan kelembagaan dan tata kelola sekolah Kristen.

Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menyampaikan keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kecerdasan dan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan iman, karakter, serta kepedulian terhadap sesama.

"Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual dan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga dari kemampuan membentuk manusia yang beriman, berkarakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap sesame,” ujarnya.

“Pendidikan Kristen memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kasih, kejujuran, kedisiplinan, dan semangat melayani," lanjut Bupati.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN