Saturday, June 27, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

IWO Dorong Pematangsiantar Bangun Ekosistem Pariwisata Penyangga Danau Toba

Mistar.idSabtu, 27 Juni 2026 pukul 16.45 WIB
iwo_dorong_pematangsiantar_bangun_ekosistem_pariwisata_penyangga_danau_toba

Diskusi publik Potensi Kota Pematangsiantar sebagai Simpul Pariwisata Danau Toba yang digelar IWO Kota Pematangsiantar di Aula FKIP USI. (foto: indra/mistar)

news_banner


Politisi Gerindra ini juga mengusulkan penyediaan bus wisata yang dapat dimanfaatkan sekolah-sekolah untuk mengenalkan berbagai objek wisata kepada para pelajar sehingga kecintaan terhadap kota tumbuh sejak dini.

Sementara itu, akademisi Jalatua Hasugian menilai sejarah Kota Pematangsiantar merupakan aset yang belum tergarap maksimal. Ia mencontohkan peninggalan era kolonial, Museum yang berdiri sejak 1939 hingga minuman legendaris Badak yang memiliki nilai historis dan dapat menjadi daya tarik tersendiri.

Menurutnya, sejak masa kolonial, Pematangsiantar memang telah dirancang sebagai kota pendukung dengan ekosistem yang saling terhubung. Karena itu, tantangan saat ini adalah menentukan identitas yang ingin dipromosikan kepada wisatawan.

Diskusi yang dimoderatori Imran tersebut turut menghasilkan sejumlah catatan penting, mulai dari kebutuhan gedung seni, perbaikan infrastruktur, penyediaan transportasi wisata, penguatan promosi digital, pengelolaan isu negatif di media sosial, hingga pengembangan miniatur Rumah Bolon sebagai daya tarik baru.

Menutup diskusi, Jon Roi Purba menyimpulkan pengembangan pariwisata Pematangsiantar harus dimulai dari membangun ekosistem yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat.

Dengan lahirnya masyarakat sadar wisata, menurutnya, kota ini akan mampu melahirkan lebih banyak produk unggulan dan semakin siap menjadi pintu gerbang utama menuju kawasan Danau Toba.

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN