HUT ke-193 Simalungun Meriah! Pesta Budaya, UMKM, dan Artis Nasional Siap Mengguncang Raya

Rapat Paripurna Hari Jadi Simalungun ke-193 di DPRD Simalungun. (foto:istimewa/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Pemerintah Kabupaten Simalungun menyiapkan puncak perayaan Hari Jadi ke-193 dengan konsep kolaborasi budaya dan hiburan rakyat yang meriah pada Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini dipusatkan di halaman Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, dengan menghadirkan artis nasional sebagai daya tarik.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudaparekraf) Simalungun, Franky Purba, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini dirancang lebih variatif agar masyarakat tidak hanya menikmati seremoni, tetapi juga terlibat langsung dalam pesta rakyat.
"Diramu dengan kebudayaan dan pesta rakyat. Ada kegiatan budaya seperti maranggir dan mangalo-alo, mardemban, serta penampilan sanggar tari," ujar Franky.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan akan dimulai sejak pagi hari hingga malam, menampilkan kekayaan budaya Simalungun yang dipadukan dengan hiburan modern. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kehadiran hiburan artis nasional yang siap memeriahkan suasana.
Selain itu, pagelaran budaya multietnis juga akan ditampilkan, termasuk pertunjukan marching band, reog Ponorogo, tortor massal, hingga tabur bunga sebagai bagian dari tradisi ziarah makam Raja Marpitu yang sebelumnya telah dilaksanakan.
Tak hanya itu, Pemkab Simalungun juga menghadirkan karnaval UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal, khususnya dari wilayah Raya. Langkah ini bertujuan untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memberikan ruang promosi bagi produk-produk unggulan daerah.
"Ada juga kita siapkan tenda karnaval untuk UMKM, terkhusus dari Raya, supaya tidak monoton menikmati pagelaran saja," ujarnya menambahkan.
Dengan konsep yang memadukan budaya, hiburan, dan pemberdayaan ekonomi, puncak perayaan Hari Jadi Simalungun ke-193 diharapkan menjadi momentum kebangkitan daerah. Tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai ruang pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal di tengah arus modernisasi. (hm27)





















