DKPP Jalankan Beragam Program Perkuat Ketahanan Pangan di Pematangsiantar

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Pematangsiantar, Legianto Pardamean Manurung. (Foto: Istimewa)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pematangsiantar menjalankan beberapa program untuk memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan yang menyentuh kebutuhan petani dan masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Pematangsiantar, Legianto Pardamean Manurung, menyampaikan langkah yang dilakukan lewat beberapa program itu untuk menjaga ketersediaan pangan lewat produktivitas pertanian, sekaligus dukung pengendalian inflasi daerah sepanjang 2026.
"Keberhasilan pertanian tidak hanya bergantung pada ketersediaan pupuk, tetapi juga pada sinergi program pendampingan, bantuan sarana produksi, hingga penguatan pada sektor pertanian," ujar Pardamean, Selasa (23/6/2026).
Dikatakannya, hingga April 2026. Untuk ketersediaan pupuk bersubsidi di Kota Pematangsiantar masih dalam kondisi aman. Stok yang tersedia melalui dua distributor mencapai 328,861 ton pupuk Urea dan 330,670 ton pupuk NPK.
"Alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 untuk Kota Pematangsiantar mencapai 897 ton Urea, 875 ton NPK, dan 20 ton pupuk organik," ujarnya.
Dari jumlah tersebut, realisasi penyaluran hingga April telah mencapai 263,702 ton Urea dan 298,531 ton NPK. Adapun pupuk organik masih menunggu proses penebusan oleh kelompok tani.
Meski demikian, lanjut Pardamean lagi bahwa distribusi pupuk sempat hadapi tantangan pada awal tahun. Hingga Maret 2026 terjadi kendala pasokan dari Pabrik Pupuk Iskandar Muda.
"Sejak April, penyaluran pupuk bersubsidi telah dialihkan kepada Pupuk Kalimantan Timur. Sehingga distribusi pupuk alami keterlambatan pasokan ke sejumlah kios penyalur," ucapnya.
Untuk memastikan pupuk sampai kepada petani yang memang berhak, Pemko Pematangsiantar lewat DKPP menjalin kolaborasi dengan dua distributor resmi, yakni CV. Trijaya Agro Mandiri yang melayani 39 kelompok tani di Kecamatan Siantar Marimbun.
Lalu PT. Bintang Petani Agro Mandiri yang melayani 71 kelompok tani di Kecamatan Siantar Marihat, Siantar Sitalasari, Siantar Martoba, Siantar Timur, dan Siantar Selatan. Langkah dinilai menjamin ketersediaan pupuk, untuk dapat menjalankan program ketahanan pangan daerah.
"Selain menjaga ketersediaan pupuk, kita juga melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pasar murah yang secara rutin digelar guna menjaga stabilitas harga bahan pokok," ujarnya.
Di sektor produksi pertanian, DKPP terus mendorong peningkatan hasil panen melalui program bantuan benih padi dan jagung, bantuan benih cabai, bawang, tomat, jahe, serta berbagai jenis sayuran kepada petani.
Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan bantuan pupuk kompos dan pestisida, melaksanakan rehabilitasi jaringan irigasi serta pembangunan dan perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT) untuk memperlancar akses menuju lahan pertanian.
Kemudian, inovasi lainnya lewat penerapan Early Warning System (EWS). Inovasi ini mendapat perhatian langsung dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), sehingga memungkinkan pemerintah memantau potensi gejolak harga pangan. (Hamzah)
PREVIOUS ARTICLE
Pedagang UMKM Keluhkan Biaya Stan Rp3 Juta di Bazar FASI ke-13BERITA TERPOPULER























