Dinkes Siantar: Calon Jemaah yang Menderita Stroke Tidak Bisa Berangkat Haji

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Pematangsiantar, Misran. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pematangsiantar memastikan calon jemaah haji yang menderita stroke tidak dapat dipertimbangkan lagi agar berangkat haji tahun ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Pematangsiantar, Misran, menyebutkan persyaratan kesehatan jemaah haji 2026 memang telah diperketat untuk menekan angka kesakitan di Arab Saudi.
"Kemarin ada beberapa orang yang secara fisik harus dibantu total, itu tidak kita berangkatkan. Jika dulu penderita stroke yang harus didorong (kursi roda) masih bisa dipertimbangkan, sekarang kebijakan dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi sangat ketat karena itu penyumbang kasus penyakit terbanyak," ucap Misran kepada Mistar, Rabu (15/4/2026).
Dilanjutkannya, pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji telah dimulai sejak November 2025. Proses pemantauan kesehatan tahun ini mengalami penyesuaian administratif menyusul perubahan nomenklatur kementerian.
"Kami sudah berkoordinasi dengan kementerian sejak November lalu mengenai pemeriksaan kesehatan. Sejak awal 2025, kami sudah meminta daftar nama jemaah. Kemudian, pada November kami sudah melakukan pemeriksaan kesehatan awal," ucapnya.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi fisik, mental, jiwa, hingga tes kebugaran. Menurut Misran, hasil medical check-up dari rumah sakit atau klinik rujukan menjadi dasar utama penentuan diagnosa istitha'ah (kemampuan).
Terkait proteksi imunitas, Dinkes Pematangsiantar telah merampungkan beberapa tahapan vaksinasi:
- Vaksin Meningitis: Telah dilaksanakan pada Februari lalu (sebelum Ramadan).
- Vaksin Polio: Merupakan kewajiban bagi seluruh jemaah.
- Vaksin Covid-19: Jemaah yang belum lengkap dosisnya telah divaksinasi pasca-Lebaran.
- Vaksin Influenza: Sangat dianjurkan untuk menghadapi perubahan cuaca di Tanah Suci.
Meski banyak jemaah yang berusia di atas 60 tahun (lansia), Misran menyatakan kondisi fisik jemaah Pematangsiantar tahun ini secara umum dalam keadaan sehat. Hal ini berkat evaluasi rutin sejak November terhadap jemaah dengan risiko tinggi (risti).
"Penyakit seperti jantung atau penyakit menular seperti TB Paru terus kami evaluasi dan skrining. Bagi jemaah risti, kami wajibkan membawa obat-obatan rutin yang biasa dikonsumsi dari sini. Untuk obat umum lainnya, Kemenkes RI sudah menyiapkan stok yang cukup di Arab Saudi," tuturnya.
Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar juga menyiapkan pengawalan medis selama pemberangkatan. Dinkes menyiagakan tim medis yang terdiri dari dua orang di setiap bus, lengkap dengan dukungan unit ambulans.
Misran mengimbau para jemaah bisa menjaga pola hidup sehat menjelang hari keberangkatan.
"Ibadah haji adalah ibadah fisik. Kami minta jemaah banyak minum air putih, mengatur pola makan, istirahat cukup, konsumsi vitamin, dan rutin berolahraga agar kondisi tetap prima saat melaksanakan rukun haji nanti," ujarnya. (hm20)
























