Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Cuaca Panas Terik di Pematangsiantar, Dinkes Ingatkan Risiko Penyakit dan Cara Mencegahnya

Mistar.idRabu, 25 Maret 2026 pukul 17.25 WIB
cuaca_panas_terik_di_pematangsiantar_dinkes_ingatkan_risiko_penyakit_dan_cara_mencegahnya

Ilustrasi suhu panas. (foto:int/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kota Pematangsiantar tengah dilanda cuaca panas dengan suhu berkisar antara 27°C hingga 33°C. Kondisi ini tidak hanya memicu rasa tidak nyaman, tetapi juga dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit musiman seperti batuk dan flu, terutama bagi masyarakat dengan daya tahan tubuh yang menurun.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Urat Simanjuntak, mengingatkan bahwa perubahan suhu yang cukup terik antara siang dan sore hari dapat melemahkan sistem imun. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih waspada dan menerapkan pola hidup sehat guna mencegah gangguan kesehatan.

"Salah satu langkah utama yang dianjurkan adalah mencukupi kebutuhan cairan harian. Masyarakat bisa mengonsumsi sekitar 2 hingga 3 liter air putih per hari. Asupan cairan yang cukup membantu tubuh tetap terhidrasi sekaligus menjaga fungsi organ tetap optimal di tengah suhu panas," ujar Urat Simanjuntak, Rabu (25/3/2026).

Selain itu, masyarakat juga disarankan mengenakan pakaian longgar berbahan katun agar tubuh mendapatkan sirkulasi udara yang baik dan tidak mudah mengalami iritasi kulit. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dibatasi, terutama saat matahari berada di puncak terik pada siang hari.

"Perlindungan terhadap paparan sinar matahari juga menjadi perhatian penting. Penggunaan tabir surya (sunscreen), konsumsi buah dan sayur segar yang kaya vitamin, serta beristirahat di ruangan yang sejuk dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima," ujarnya lagi.

Ia menambahkan, tidak hanya warga yang beraktivitas di dalam kota, para pemudik yang melintasi Pematangsiantar juga diimbau untuk memperhatikan kesehatan selama perjalanan. Beberapa langkah preventif dapat dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.

"Masyarakat yang mudik bisa memastikan asupan cairan tetap terpenuhi untuk mencegah dehidrasi, melakukan istirahat dan peregangan setiap empat jam guna menghindari kelelahan otot, serta membawa obat-obatan pribadi, terutama bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Bahkan, bisa juga mengunjungi pos pelayanan kesehatan terdekat jika mengalami keluhan selama perjalanan," tuturnya mengimbau.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama menjelang arus balik mudik, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah cuaca panas menjadi kunci utama. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN