Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Wamenkomdigi Jajaki Kerja Sama Semikonduktor dan AI di India

Mistar.idMinggu, 22 Februari 2026 pukul 16.55 WIB
wamenkomdigi_jajaki_kerja_sama_semikonduktor_dan_ai_di_india

Wamenkomdigi Nezar Patria berbincang dengan siswa-siswi peraih penghargaan Intel Global Competition Award dalam AI Impact Summit 2026 di New Delhi, India, Jumat (20/2/2026). (Foto: Dokumentasi Komdigi)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mendorong kolaborasi global dalam pengembangan teknologi masa depan, khususnya semikonduktor dan kecerdasan artifisial (AI), saat menghadiri AI Impact Summit 2026 di New Delhi, India, pada 18-20 Februari 2026.

Dalam forum yang dihadiri sejumlah pemimpin industri teknologi India, termasuk Tata Group dan Netweb Technologies (Tyrone), Nezar menjajaki peluang kerja sama pengembangan industri semikonduktor. Ia menekankan Indonesia memiliki cadangan mineral kritis, seperti pasir silika, yang menjadi komponen penting dalam produksi chipset.

“Indonesia memiliki komitmen untuk melakukan hilirisasi mineral kritis. Pasir silika yang tersedia melimpah merupakan potensi besar untuk ditransformasikan menjadi produk bernilai tambah tinggi,” ujar Nezar dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (22/2/2026).

Menurut dia, kemitraan dengan perusahaan global diperlukan untuk memperkuat ekosistem semikonduktor nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai pasok digital dunia.

Tata Group melalui Tata Electronics tengah membangun fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor pertama di India. Sementara Tyrone dikenal sebagai pengembang server berbasis AI. Pemerintah berharap sinergi dengan perusahaan tersebut dapat mendorong transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor manufaktur teknologi tinggi.

Selain agenda industri, Nezar juga mengapresiasi delegasi pelajar Indonesia yang meraih penghargaan dalam ajang Intel Global Competition Award. Dua proyek yang mendapat sorotan ialah Agrify, platform web berbasis AI untuk mendiagnosis penyakit tanaman dan mengoptimalkan jadwal tanam, serta SITANGGAP (Rapid Stroke Symptom Capture System), sistem deteksi dini gejala stroke berbasis analisis wajah dan suara.

“Prestasi ini membuktikan talenta digital Indonesia memiliki daya saing global dan mampu menciptakan solusi konkret bagi masyarakat,” kata Nezar.

Selama forum berlangsung, Wamenkomdigi juga berdiskusi dengan sejumlah perusahaan teknologi global, antara lain Qualcomm, Intel, Salesforce, dan Meta.

Pembahasan mencakup perkembangan AI terkini, pemanfaatan AI untuk peningkatan layanan publik, serta pembangunan infrastruktur digital yang adaptif dan berkelanjutan. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN