Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Tren Kacamata Pintar Melejit 2025, Meta Ray-Ban Display Jadi Sorotan Meski Adopsi Masih Lambat

Mistar.idKamis, 27 November 2025 pukul 07.30 WIB
tren_kacamata_pintar_melejit_2025_meta_rayban_display_jadi_sorotan_meski_adopsi_masih_lambat

Tampilan Meta Ray-Ban Display Produk Kacamata Pintar dengan Kemampuan Kecerdasan Buatan (AI). (Foto: Metacom/Istimewa).

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Tren perangkat wearable, khususnya kacamata pintar, memasuki fase baru menjelang musim liburan akhir tahun. Kolaborasi Meta dan EssilorLuxottica kembali menjadi sorotan lewat model terbaru “Meta Ray-Ban Display”, yang kini dilengkapi tampilan visual langsung di lensa serta fitur AI. Meski peminat meningkat, adopsi luas di pasar tetap melambat karena isu harga, privasi, dan kenyamanan penggunaan.

Menurut laporan Reuters yang mengutip data firma riset Circana, penjualan kacamata pintar di Amerika Serikat melonjak hingga tiga kali lipat pada 2025. Pertumbuhan ini menjadi sinyal kebangkitan setelah kejatuhan Google Glass bertahun-tahun lalu. Namun para analis menilai peningkatan penjualan masih didominasi pengguna awal, belum menjangkau pasar umum.

Musim liburan tahun ini diprediksi akan mencetak rekor baru bagi penjualan perangkat tersebut, bahkan diperkirakan melampaui total belanja konsumen senilai 52,6 juta dolar pada kuartal akhir 2024. Tak hanya Meta, perusahaan teknologi besar lain seperti Apple dan Samsung dilaporkan tengah mempersiapkan perangkat serupa untuk meramaikan persaingan.

Di sisi lain, banyak konsumen masih merasa bahwa teknologi ini belum sepenuhnya matang. John Paul Stewart, warga New York, mengaku tertarik namun belum ingin membeli karena ragu soal kenyamanan penggunaan jangka panjang.

“Saya rasa saya perlu menunggu generasi berikutnya,” ujarnya.

Survei CivicScience menunjukkan minat publik memang meningkat—25 persen responden tertarik mencoba kacamata pintar, naik dari 20 persen di awal tahun. Namun analis teknologi Avi Greengart menilai bahwa penetrasi massal masih jauh di depan.

“Kita belum sampai pada tahap itu. Mungkin suatu hari nanti, kita semua akan menggunakan perangkat seperti ini,” katanya.

Model Meta terbaru dibanderol sekitar 799 dolar tanpa lensa resep, sementara versi Ray-Ban Meta yang lebih sederhana berada pada kisaran 300–400 dolar. Permintaan disebut terus meningkat sejak debutnya pada 2023, dan kapasitas produksi bahkan ditargetkan mencapai 10 juta unit per tahun pada 2026.

Sejumlah pengguna mengaku merasakan manfaat langsungnya. Silvia Rendon, seorang guru dari San Antonio, bahkan membeli perangkat tersebut di eBay dengan harga lebih tinggi karena stok resmi kosong. Menurutnya, akses AI tanpa menggunakan tangan sangat membantu proses mengajar.

Meski demikian, kekhawatiran publik mengenai privasi dan potensi penyalahgunaan teknologi tetap besar. Calon pembeli lain, Greg Dow, menyoroti risiko penggunaan data visual yang dapat disalahgunakan.

“Teknologi seperti ini punya peluang besar untuk disalahgunakan,” ujarnya.

Dengan minat yang terus meningkat namun adopsi luas yang masih tertahan, masa depan kacamata pintar Meta kini berada di persimpangan: apakah perangkat ini siap memasuki arus utama, atau tetap menjadi produk musiman yang hanya digemari kelompok tertentu?



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN