Pengguna Bisa Atur Porsi Konten AI di Halaman FYP TikTok

TikTok. (Foto: Ohio/Mistar)
Los Angeles, MISTAR.ID
Munculnya platform pembuat video berbasis AI seperti Sora dan Google Veo membuat media sosial dipenuhi konten buatan kecerdasan buatan yang tampak semakin nyata. Menyadari fenomena ini, TikTok menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna mengurangi kemunculan konten AI di halaman For You (FYP).
Pengguna kini dapat mengatur seberapa sering mereka ingin melihat konten AI melalui tombol AI-generated content (AIGC) yang tersedia di menu Manage Topics. Fitur ini berfungsi seperti pengaturan topik lainnya yang memungkinkan pengguna menyesuaikan porsi konten dari berbagai kategori.
Seperti kategori topik lain, kontrol AIGC dilengkapi slider yang bisa digeser. Dengan mengubah posisi slider tersebut, pengguna bisa memilih ingin melihat lebih banyak konten AI atau justru lebih sedikit di FYP mereka.
“Fitur Manage Topics sudah memungkinkan pengguna mengontrol frekuensi kemunculan konten dari lebih dari 10 kategori seperti Tari, Olahraga, dan Kuliner,” kata perwakilan TikTok dalam blog resminya yang dikutip dari TechCrunch, Senin (24/11/2025).
“Begitu pula dengan opsi AIGC, fitur ini bukan dimaksudkan untuk menghilangkan konten AI sepenuhnya, melainkan membantu pengguna mengatur variasi konten yang tampil di feed mereka,” ujarnya.
Untuk menggunakan fitur tersebut, pengguna cukup membuka aplikasi TikTok, kemudian menuju Settings > Content Preferences > Manage Topics. Pembaruan ini akan dirilis secara bertahap ke seluruh pengguna dalam beberapa minggu ke depan.
TikTok mengungkapkan bahwa lebih dari 1,3 miliar video di platformnya telah diberi label AI. Meski begitu, mereka mengakui sistem pendeteksi konten AI yang digunakan masih belum sempurna.
Saat ini TikTok mengandalkan teknologi watermark bernama Content Credentials yang menyematkan metadata pada konten buatan AI. Namun, penanda tersebut semakin sulit dikenali jika konten telah diedit di aplikasi lain atau dibagikan berulang kali di berbagai platform.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, TikTok berencana mencoba sistem watermark tak kasat mata guna mengidentifikasi dan memberi label pada konten buatan AI. Watermark ini hanya dapat dibaca oleh sistem TikTok sehingga memberi perlindungan tambahan dalam membedakan konten AI di platform. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Roblox Punya Sistem Keamanan Baru























